PT SMG Tutup Jalan, Manager CDO PT SMG: Itu Tidak Benar!

  • Whatsapp
jalan pt smg lamandau
Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto didampingi Kasatpol PP dan Damkar Triadi serta Camat Bulik H Abdul Kohar saat meninjau loksi jalan yang dikeruk oleh PT SMG, beberapa waktu lalu. ISTIMEWA

NANGA BULIK/tabengan.com – Mendapat laporan tentang adanya penutupan akses jalan yang dilakukan PT Sumber Mahardhika Graha (SMG), beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto langsung melakukan peninjauan lapangan.

Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan tindakan PT SMG yang melakukan penutupan jalan tersebut. Karena, akibat dari penutupan jalan yang dilakukan PT SMG, warga yang memiliki kebun mandiri kesulitan mengangkut hasil kebun tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Wabup Lamandau Riko yang didampingi Kasatpol PP dan Damkar Lamandau Triadi serta Camat Bulik H Abdul Kohar saat meninjau lokasi, menemukan akses jalan yang dikeruk menggunakan alat berat oleh pihak perusahaan. Memang tidak semua, panjang kerukan hanya menyisakan sekitar 2 meter, dan hanya bisa dilalui sepeda motor.

Melihat kondisi tersebut, Riko langsung memerintahkan agar PT SMG segera membuka akses jalan ke kebun masyarakat. Sehingga pemilik lahan bisa memanen sawitnya.

Terpisah, saat ditemui wartawan, Manager CDO PT SMG Rahmat Hidayat tidak memungkiri bahwa perusahaan telah menutup akses jalan tersebut, kecuali untuk kendaraan roda dua. Menurutnya, penutupan jalan terpaksa dilakukan lantaran sering terjadi pencurian TBS di wilayah itu.

“Ini bukan omong kosong, sering terjadi pencurian di daerah sana, jadi kami melakukan pengerukan itu, supaya ke depannya pencuri jadi kesulitan dan tidak leluasa,” ujarnya, Senin (3/2).

Dia menegaskan, jalan yang ditutup itu berada di wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PT SMG. Artinya, PT SMG berhak penuh atas penggunaan akses jalan tersebut.

Sementara, saat disinggung perihal adanya keluhan warga yang merasa kesulitan mengangkut hasil kebun, Rahmat mengatakan, sebenarnya masih ada jalan alternatif lain yang bisa digunakan warga.

“Jadi tidak ada bahwa masyarakat tidak bisa memanen sawitnya. Karena ada akses jalan lainnya juga,” katanya. c-kar

Pos terkait