Horee! Harga Pertamax Turun Lagi Jadi Rp9.200/Liter

  • Whatsapp
PALANGKA RAYA/tabengan.com – Harga BBM jenis Pertamax kembali mengalami penurunan harga per Sabtu (1/2) pukul 00.00 WIB.
Penurunan harga Pertamax kali ini sebesar Rp200, sehingga untuk wilayah Kalteng harga Pertamax yang sebelumnya Rp9.400 menjadi Rp9.200/liter.
Dikutip dari situs resmi PT Pertamina (Persero) harga Pertamax untuk wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara turun dari Rp9.200/liter menjadi Rp9.000/liter.
Selain itu, harga Pertamax turun menjadi Rp9.000/liter juga berlaku di Aceh, Sumatera Utara, dan Bengkulu. Harga baru ini berlaku mulai Sabtu hari ini pukul 00.00.
“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019,” tulis Pertamina dalam situs resminya.
Sebagian warga Kalteng khusus di Kota Palangka Raya merasa sangat puas dan senang dengan penyesuaian harga Pertamax menjadi Rp9.200.
Anto, seorang warga Palangka Raya mengatakan, tahun 2020 memang lain dari yang lain karena Pertamax bisa turun lagi.
“Luar biasa Desember sempat 9.850 sekarang jadi 9.200” ujarnya, Sabtu.
Masih di sekitar Palangka Raya, Ati mengatakan, jika kondisi seperti ini, dirinya akan beralih menggunakan Pertamax untuk kendaraannya.
“Senang sih.. Kalau gini terus ya beralih ah ke Pertamax,” ucapnya saat dibincangi.
Djiono, seorang warga sekitar Jalan Seth Aji juga sangat senang. Harapannya ke depan harga Pertamax dapat diturunkan kembali agar masyarakat Indonesia khususnya Kalteng mendapat BBM yang berkualitas.
“Saya senang sekali dengan adanya harga Pertamax turun dari Rp9.850 menjandi Rp9.200, setidaknya meringankan beban saya karena saya perlu Pertamax setiap minggunya kurang lebih 20 liter. Harapan saya semoga harga Pertamax bisa ditekan lagi ke harga yang lebih murah,” harapnya saat dibincangi Tabengan, Sabtu malam.
Lain halnya dengan Setyo, warga Petuk Katimpun Kompleks Perumahan Rafflesia. Menurutnya, turunnya harga Pertamax menjadi Rp9.200 kurang berdampak. Sebab di pengecer harga tetap. dsn.

Pos terkait