Minimarket Menjamur, Pedagang Kecil Pasrah

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Minimarket di wilayah Kota Palangka Raya semakin hari semakin menjamur. Warung-warung dan toko bahan pokok (sembako) maupun kelontong terpaksa berjuang dalam persaingan harga sehingga tetap bertahan.

Kendati demikian, dengan bertambahnya minimarket yang serba lengkap dan swalayan ini tidak membuat Jainal dan Sairah (mbah Rah) patah semangat. Mereka tetap bertahan menekuni usaha berjualan di warungnya.

Bacaan Lainnya

iklan atas

Jainal yang telah 6 tahun membuka toko sembako mengaku tidak pernah kuatir tentang hal tersebut. Bahkan ia mengatakan omsetnya tetap stabil. Pemilik Toko Ati di Jalan Rajawali tetap antusias karena pengamatannya warga masih tetap setia membeli ke tokonya.

“Tidak khawatirlah, omset sampai sekarang tetap ada. Karena bagi pelanggan masih lebih murah di sini. Sekalipun kalau diperhatikan cuma selisih Rp1.000-2.000 saja,” katanya saat dibincangi oleh Tebengan, Kamis (30/1).

Lain halnya dengan Sairah atau biasa dipanggil mbah Rah. Pemilik warung di Jalan Pangrango tersebut mengakui cukup berbeda kondisinya. Sejak 2005 lalu dirinya membuka warung yang sederhana.

Namun diakuinya belakangan ini cukup sepi, salah satunya menurut dugaannya adalah kemunculan minimarket-minimarket tersebut. Meski begitu, mbah Rah tetap optimis sebab baginya rejiki sudah ada yang menentukan.

“Tidak seperti dulu lumayan ramai. Sekarang sehari dapatnya sekitar Rp75.000-an saja. Untuk dapat Rp100.000 susah. Tapi namanya rejeki kita tahu, sudah ada yang mengatur dari sananya. Bersyukur saja bisa bayar barak, makan, dan modal untuk jualan lagi,” imbuhnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas