Mahasiswa Kalteng di China Butuh Masker

  • Whatsapp
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Mahasiswa Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berada di China sangat berharap Pemerintah Provinsi Kalteng memberikan bantuan kepada mereka, terutama untuk penutup hidung atau masker.

Salah satu mahasiswa Kalteng asal Kotim, Khairul Anwar (23), mengungkapkan, dengan kondisi China yang sedang dikarantina karena penyebaran virus Corona, pihaknya sangat berharap perhatian Pemprov dengan mengirimkan bantuan masker, obat-obatan dan multivitamin.

Bacaan Lainnya

iklan atas

“Kita di sini sangat memerlukan itu semua. Kalaupun kami tidak balik ke Indonesia, setidaknya kami mendapatkan bantuan karena di sini kan kita tidak bisa beraktivitas di luar. Kalaupun kita keluar, itu hanya untuk hal yang sangat mendesak, seperti membeli bahan makanan,” ungkap Irul, sapaan akrabnya kepada Tabengan via WhatsApp, Selasa (28/1).

Menurut Irul, pihaknya sangat kesulitan mendapatkan masker di tempat itu. Kalaupun tersedia, harganya sangat mahal. Bahkan karena kesulitan mendapatkan masker, beberapa temannya warga Indonesia, namun bukan berasal dari Kalteng, ada yang menggunakan pembalut wanita untuk menutup hidung.

Saat ini, lanjut Irul, mahasiswa dari daerah lain sudah mendapatkan bantuan di antaranya mahasiswa asal Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara dan Sumatera.

“Masker jenis N95 itu satu bungkus isinya 5 pcs, biasanya harganya hanya 10 yuan, namun saat ini satu pcs harganya mencapai 15 yuan,” keluhnya.

Selain itu, ia juga menginformasikan, dari 11 orang mahasiswa Kalteng yang berada di China ada 2 orang, Cindy dan Hafiz, yang lokasinya berdekatan dengan Wuhan. Meski demikian, semua mahasiswa Kalteng saat ini dalam kondisi sehat.

Ke-11 mahasiswa Kalteng yang berhasil didata adalah Khairul Anwar, Chindy dan Aji Setiawan asal Sampit, Wahyu, Hafiz, Ibrahim dan Yudia asal Palangka Raya, Panji asal Buntok, Ahmadi asal Muara Teweh, Fauzan dan Azwari asal Kapuas.

“Kami memohon doa semua masyarakat Indonesia, terutama Kalteng agar kami selalu sehat dan kondisi ini segera pulih agar kami dapat beraktivitas seperti biasanya,” harapnya.

Wagub: Jangan Panik

Pemprov Kalteng menegaskan tidak ada warga Kalteng yang terpapar virus Corona, termasuk mahasiswa asal Kalteng yang ada di China. Untuk itu, masyarakat diimbau agar jangan terlalu khawatir, karena pemerintah sudah melakukan upaya antisipasi.

Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna, di Kantor DPRD Kalteng, Selasa (28/1), mengatakan, berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan RI, tidak ada warga Negara Indonesia di China yang terpapar virus Corona.

“Kita tidak ada melakukan upaya apapun, karena menurut Menteri Kesehatan, dari 243 Warga Negara Indonesia (yang ada di China), tidak ada satu pun yang terpapar virus Corona, kita percaya itu,” ujar Wagub.

Wagub menegaskan, sampai saat ini berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, tidak ada orang Kalteng yang kena virus Corona. Untuk mencegah masuknya virus Corona ke Kalteng, sejumlah pintu masuk, terutama di bandara, sudah disediakan thermal scanner, baik di Palangka Raya, maupun di Bandara Sampit dan Pangkalan Bun.

“Pokoknya semuanya kita antisipasi. Masyarakat diimbau agar jangan terlalu panik dengan virus Corona ini,” ujarnya. c-may/dkw

iklan atas

Pos terkait

iklan atas