Konfercab Muslimat NU, Mengangkat Martabat Wanita Melalui Organisasi

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kaum wanita memegang peranan yang tidak kalah penting dalam menunjang pembangunan. Tidak sedikit wanita hebat yang mampu berbicara sampai ke tingkat internasional. Semua itu berkat pengakuan bahwa derajat kaum wanita dan pria adalah sama, termasuk pula dalam hal organisasi.

Di tubuh Nahdatul Ulama (NU) sendiri, ada yang menaungi kaum perempuan dalam berorganisasi yang dikenal dengan Muslimat NU. Berakhirnya kepengurusan Muslimat NU periode 2015-2020, maka Muslimat NU Palangka Raya melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Palangka Raya, Sabtu (25/1).

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Palangka Raya Mukarramah mengatakan, konfercab yang dilaksanakan untuk memilih ketua baru dengan masa bakti 2020-2025. Selama ini, hadirnya Muslimat NU di Palangka Raya memberikan dampak dan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan Palangka Raya.

Ke depan, Muslimat NU diharapkan tetap mendapatkan perhatian juga dukungan, sehingga lebih inovatif dalam mengembangkan organisasi.

“Muslimat NU Palangka Raya selama ini sudah menjadi mitra yang baik dengan Pemerintah Palangka Raya, dalam berbagai hal. Baik itu bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, politik, budaya, kesehatan, kependudukan, termasuk hukum. Semua upaya kemitraan yang dijalin ini dengan harapan harkat dan martabat kaum wanita Muslimat NU Palangka Raya semakin terangkat,” kata Mukarramah.

Mukarramah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Palangka Raya. Selama Muslimat NU berkiprah, Pemerintah Palangka Raya memberikan dukungan, khususnya dana dalam Muslimat NU Palangka Raya menjalankan roda organisasi.

Selama Muslimat NU Palangka Raya berkiprah, khususnya periode 2015-2020 memang sudah cukup banyak yang dilakukan, tapi tentu ada berbagai kekurangan.

Harapan ke depan, kata Mukarramah, tongkat estafet pada pengurus yang berikutnya mampu menjalankan amanah roda organisasi. Berbagai hal yang selama ini menjadi kekurangan kepengurusan 2015-2020, menjadi bahan evaluasi agar kepengurusan berikutnya, mampu menjalankan dengan lebih baik. ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas