Mahasiswa Kalteng di China Takut Keluar Rumah

  • Whatsapp
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Sejumlah mahasiswa Kalimantan Tengah (Kalteng) yang tengah menimba ilmu di China mengaku takut keluar dari rumah. Hal itu dikarenakan saat ini China sedang dikepung virus Corona yang mematikan.

Khairul Anwar (23), mahasiswa Kalteng asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkapkan, total mahasiswa Kalteng yang berada di China ada sekitar 7 orang dengan dirinya.

Bacaan Lainnya

iklan atas

“Kami sangat takut keluar rumah, kalau tidak penting sekali seperti untuk keperluan belanja bahan makanan kami lebih baik berada di rumah saja,” ujar pria yang biasa disapa Irul kepada Tabengan via telepon seluler, Minggu (26/1).

Kalaupun harus berkegiatan di luar rumah, menurut Irul, ia dan teman-temannya yang lain tetap memproteksi diri dengan cara menggunakan penutup hidung atau masker dan juga selalu menjaga kebersihan usai bepergian.

Beruntungnya, kata dia, saat ini kegiatan kuliah sedang libur, sehingga tidak ada aktivitas yang mengharuskan mereka untuk keluar rumah selain membeli bahan makanan. Ia menginformasikan, ke-7 mahasiswa Kalteng yang berada di China saat ini semua dalam kondisi baik dan sehat.

“Kalau posisi saya tepatnya berada di Nanjing, informasinya di sini sudah ada yang terkena virus itu beberapa orang, namun belum diketahui secara pasti di mana lokasinya,” tutur pria yang menempuh ilmu di Nanjing University Of Finance And Economics itu.

Hingga kini, ia dan teman-teman mahasiswa lain yang tinggal di asrama belum dihubungi oleh pihak Pemprov atau Pemkab terkait mengecek kondisi dan keberadaan mereka. Sementara dari daerah lain seperti Kalimantan Selatan dan Sumatra sudah mulai dilakukan pendataan oleh pemerintah daerahnya masing-masing.

Selain itu, ia juga menginformasikan bahwa penyakit Corona yang menjangkit masyarakat di China gejala awalnya seperti flu pada biasanya. Namun, pada fase yang tinggi, penyakit tersebut bisa menyebabkan orang tiba-tiba mendadak roboh atau pingsan. Namun ia menampik informasi yang beredar di media sosial jika penyakit tersebut lalu membuat orang terlihat seperti zombie.

“Saya rasa berita-berita yang menyebutkan seperti itu (zombie) terlalu berlebihan,” ucapnya.

Dia berharap warga Kalteng dan Kotim dapat mendoakan kondisi mahasiswa Indonesia, terutama Kalteng dan Kotim yang sedang berada di China. Menurutnya, doa dan dukungan dari warga Indonesia tentu memberikan efek positif bagi mereka untuk bertahan dalam kondisi seperti itu di negeri orang. c-may

iklan atas

Pos terkait

iklan atas