Saatnya Guru Hasilkan Tulisan Berkualitas

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Ikatan Guru Indonesia (IGI) bertempat di Kompleks Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Jumat (24/1), mengadakan pelatihan menulis bagi para guru se-Kalteng wilayah II.

Acara tersebut bertemakan Pelatihan menulis buku hingga terbit SAGUSAKU IGI = SATU GURU SATU BUKU IKATAN GURU INDONESIA, berlangsung dari 24-26 Januari 2020.

Bacaan Lainnya

iklan atas

Pemateri pada acara tersebut antara lain Sekdisdik Kalteng Safrudin MPd, Kabid Pendidikan Khusus Disdik Provinsi mewakili Dr Ir Mofit Saptono MP Plt Kadisdik Kalteng, juga ada Dr Rusnanie MPd, Ketua Harian IGI Pusat Penasihat Sagusaku Nasional. Berikutnya Norbadriyah MPd.

P.J. Sagusaku IGI Nasional dan Diana Mulawarmaningsih SAg, Coach Sagusaku IGI Nasional.

Hadir dalam acara tersebut kurang lebih 70 sekolah yang terdiri dari guru TK hingga SMA dari Palangka Raya, Lamandau, Pangkalan Bun, Tamiang Layang, Kalampangan, Sampit, Tumbang Samba, Pulpis, Katingan Hilir, Barsel, Barut, Kapuas, Gunung Mas,

Ketua Panitia Norhasanah SPd, guru SMA 2 Buntok, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan dari IGI dan di Palangka Raya adalah yang kedua kalinya. Untuk 24-26 Januari merupakan kelas offline, akan dilanjutkan dengan kelas online 28 Januari sampai dengan 1 Maret 2020.

Ketwil IGI Kalteng Yuserto SPd menegaskan, melalui pelatihan menulis buku adalah upaya untuk mengasah kemampuan rekan-rekan guru. “Ini adalah aset Indonesia di Kalteng, yang kita lakukan akan berbuah di masa datang,” katanya.

“Ini yang ke 5 di Kalteng. Bartim, Palangka, Buntok, Kasongan dan animo guru-guru cukup tinggi,” tambahnya.

Dia menyebut, berkaitan dengan tugas guru yaitu menulis, ke depannya diharapkan semua peserta dapat mengaktualisasikan dirinya dalam penulisan sebuah buku.

Sementara, mewakili Plt Kadisdik Kalteng, Safrudin mengatakan, menulis merupakan pengejewantahan pendidikan karakter. Dari tulisan seseorang dapat membentuk karakter pembacanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, guru setidaknya dapat menulis karya ilmiah maupun sastra. Ia berharap agar guru menjadi agen perubahan melalui menulis dan menghasilkan tulisan yang berkualitas, menarik dan laku terjual. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas