Riban Optimis, Sugianto-Habib Cukup

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah yang akan berlangsung beberapa bulan lagi terus menghangat. Riban Satia, mantan Wali Kota Palangka Raya dua periode optimistis akan mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan sebagai perahu untuk mencalon.

“Semua kita optimis, tidak ada yang mendaftar itu tidak optimis. Semua ditentukan partai. Tinggal berdoa saja kita, karena begitu mendaftar saya membuka pintu hidayah. Apa yang saya niatkan kalau ada kesempatan kita akan lahir batin untuk membangun Kalteng sesuai kemampuan,” katanya, saat diundang menjadi narasumber dalam Kongres I dan Seminar Consentrasi Generasi Muda Demokrasi Indonesia (CGMDI) yang digelar DPD PDIP di Hotel Dandang Tingang, Kamis (16/1).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Riban, pemimpin tidak bisa membangun sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Termasuk membangun komunikasi dengan partai yang telah memberikan kepercayaan.

“Tentunya kita akan menggali persoalan yang ada di Kalteng, lalu dikaji. Apa yang bisa kita lakukan sesuai dengan kemampuan, dana dan lainnya,” katanya.

Riban menyebut, andaikan berhasil lolos nantinya tidak akan membiarkan karya masa lalu, bila ada kekurangan maka akan dipoles. Permasalahan masa lalu akan diselesaikan.

Sedangkan terkait pasangan nantinya, Riban belum bisa memberikan gambaran karena ia pun belum tahu nasibnya.

“Saya punya prinsip, setiap manusia pasti punya keunggulan. Intinya kita sepakat membangun kebersamaan. Disepakati bersama, sehingga tidak ada suara liar di luar. Tentunya berdasarkan komitmen dengan tidak meninggalkan begitu saja sebelum selesai,” tutupnya.

Rekomendasi Rahasia
Sementara itu, Sugianto Sabran secara tegas menyatakan akan kembali berpasangan dengan Habib Ismail bin Yahya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kalteng 23 September 2020.

“Tetap berpasangan, untuk masalah rekomendasi itu rahasia kami. Intinya rekom kami berdua sudah cukup untuk maju pada Pilkada mendatang,” kata Sugianto di Palangka Raya, Kamis.

Terkait rekomendasi partai politik mana saja yang telah pihaknya dapatkan, hal itu tidak akan dibuka ke ranah publik untuk saat ini. Pihaknya sengaja merahasiakannya agar tetap menjadi hal yang mendebarkan.

“Kalau tentang rekom kami jelaskan sekarang, nanti tidak akan mendebarkan lagi,” kata Sugianto yang kini masih menjabat Gubernur Kalteng.

Sementara, Habib menjelaskan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah menyetujui dan siap mengeluarkan rekomendasi Sugianto-Habib sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada Kalteng 2020.

Bahkan, salinan surat rekom yang ada di telepon selular miliknya, sengaja ia bacakan sekaligus diperlihatkan kepada sejumlah media saat diwawancarai.

“Untuk partai mana saja rahasia, namun saya selaku Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PKB Kalteng menyatakan sudah oke,” ujar Wagub Kalteng petahana ini.

Menurutnya, ada sejumlah alasan yang membuat pihaknya tetap memilih bertahan atau berpasangan kembali pada Pilkada Kalteng yang digelar tahun ini. Pertama, sebagai kader maupun petugas partai, kemudian yang paling utama adalah perintah guru, serta didapatkannya ilham bahwa bersatu lebih bagus daripada berpisah.

“Bersatu lebih bagus daripada berpisah, lanjutkan lebih enak daripada membuat yang baru,” ucap Habib.

PDIP Belum Keluarkan Rekomendasi
Sekretaris DPD PDIP Provinsi Kalteng Sigit K Yunianto menegaskan, bahwa partainya sampai saat ini belum mengeluarkan surat rekomendasi untuk bakal calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah 2020

“Saya tegaskan rekomendasi sampai saat ini belum ada diberikan ke siapapun baik itu untuk bakal calon gubernur maupun bupati. Informasi yang beredar saat ini itu hanya simpang siur,” kata Sigit

Kabar beredarnya PDIP sudah memberikan surat rekomendasi kepada bakal calon Gubernur Kalteng, beberapa hari ini juga hangat dibicarakan masyarakat di provinsi setempat.

“Mengenai keputusan pemberian rekomendasi itu semua ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), DPD PDIP Kalteng wewenangnya hanya sebatas perekrutan bakal calon kepala daerah dan semua nama diserahkan ke DPP,” ucapnya.

Sigit yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Palangka Raya itu menjelaskan, bagi bacagub yang sudah mendaftar di DPD dan DPC PDIP di Kalteng diperbolehkan melakukan sosialisasi dengan menggunakan lambang partai ataupun foto pengurus DPD PDIP.

“Kami sudah jelas siapa saja bacagub yang mendaftar ke partai kami boleh menggunakan lambang tersebut, tetapi keputusan rekomendasi tetap kami serahkan ke DPP,” ungkapnya.

Sigit menambahkan, semua surat rekemondasi untuk bacgub dan bacabup masih dalam penggodokan pihak DPP Pusat.

Bahkan instruksi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Kalteng menjadi prioritas dan kepala daerah yang diusung wajib memenangkan pada pertarungan Pilkada tahun ini. fwa/ant

Pos terkait