Tak Lapor Jumlah Karyawan, Disnakertrans Gugat 2 Perusahaan ke Pengadilan

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Setiap perusahaan yang mempekerjakan karyawan wajib melaporkan jumlah karyawannya ke Dinas Tenaga Kerja setempat. Ada sanksi yang dapat diberlakukan, apabila tidak menaati apa yang diatur dalam undang-undang ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Tengah (Kalteng) Rivianus Syahril Tarigan menjelaskan, ada 2 perusahaan yang digugat ke pengadilan karena tidak menyampaikan jumlah tenaga kerja atau karyawannya ke Disnakertrans Kalteng. Padahal, permintaan ini sudah berkali-kali disampaikan.

Bacaan Lainnya

Syahril mengatakan, ada 2 teguran yang diberikan kepada perusahaan tersebut sampai akhirnya dilakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Palangka Raya. Hasilnya sendiri belum diketahui apakah menang atau kalah. Apabila menang, maka perusahaan yang digugat wajib membayar denda atas keputusan yang ditetapkan pengadilan.

“Ini merupakan perdana perusahaan digugat oleh Disnakertrans Kalteng karena tidak menyampaikan data jumlah karyawan. Putusan sendiri lebih kepada tindak pidana ringan (tipiring). Meskipun Disnakertrans Kalteng menang, dan perusahaan wajib membayar denda, kewajiban untuk menyampaikan data jumlah karyawan harus tetap disampaikan,” kata Syahril, di Palangka Raya, Jumat (10/1).

Dikatakan, pelaporan jumlah karyawan adalah kewajiban bagi setiap perusahaan. Sekarang ini, mekanisme penyampaikan itu tidak lagi secara manual, namun dapat dilakukan melalui digital. Artinya jaringan internet dapat mempermudah untuk memasukkan data karyawan dalam mempermudah proses pelaporan jumlah karyawan.

Syahril menegaskan, apabila perusahaan yang dinyatakan bersalah karena tidak menyampaikan data karyawan, mengulangi perbuatannya dapat berdampak pada penundaan pelayanan administrasi di lingkungan pemerintah. ded

Pos terkait