Waspada! Penyakit Misterius Intai Kalteng

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Wabah misterius diduga sebagai pneumonia di China yang diderita kurang lebih 44 orang, diwaspadai juga oleh Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) menyurati seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi termasuk Kalimantan Tengah dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Palangka Raya untuk mewaspadai wabah tersebut.

Kepala Dinkes Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul menyampaikan, pihaknya menerima surat dari Kemenkes meminta untuk mewaspadai penyakit baru di Kota Wuhan, China. Dalam surat tersebut meminta Dinkes untuk mewaspadai tempat yang menjadi pintu masuk ke Kalteng seperti pelabuhan. Belum diketahui apa jenis penyakit ini, hanya saja gejalanya penderita mengalami sesak napas.

“Ini penyakit jenis baru modelnya seperti pneumonia, sejenis penyakit radang paru tapi berat. Jadi kami diminta untuk mewaspadai pintu-pintu masuk ke Kalteng. Di Kalteng ini kan yang paling banyak pelabuhan, kalau bandara masih belum masuk dalam internasional,” kata Suyuti di ruang kerjanya, Rabu (8/1).

Pengawasan diperketat di pintu masuk pelabuhan, karena kadang orang dari luar seperti tenaga kerja dari China bisa masuk melalui pelabuhan. Dinkes Kalteng sudah melakukan koordinasi dengan KKP dan menggerakkan di Dinkes Kabuapten/Kota untuk waspada dan melakukan profil asesmen terhadap awak kapal yang berasal dari China.

Begitu juga dengan KKP sebagai garda terdepan di pintu masuk pelabuhan agar selalu waspada. Ketika ada ditemukan dugaan seperti yang diinstruksikan Kemenkes, maka bisa melakukan karantina terhadap yang bersangkutan. Namun, Suyuti berharap semoga tidak ada kasusnya di Kalteng. Gejala penyakit ini seperti demam, batuk dan sesak napas.

Sementara itu, Kepala KKP Kelas III Palangka Raya Solihin mengakui sudah menerima surat pemberitahuan dari Kemenkes RI, selanjutnya melakukan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Kalteng untuk mengantisipasi masuknya wabah misterius yang diduga sebagai pneumonia ini ke Kalteng.

“Kami juga sudah menerima surat pemberitahuan Kemenkes. Selanjutnya kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinkes Kalteng, kemudian kumpul juga dengan masyarakat di bandara maupun pelabuhan. Secara sistem kami sudah ada antisipasinya, ada rencana kontijensi sehingga kami sudah tahu kalau ada kejadian apa, apa yang harus dilakukan, siapa melakukan apa, itu sudah ada, ini bentuk antisipasi kami,” kata Solihin didampingi Eman Prasetyo, Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi.

KKP juga rutin melakukan pertemuan rutin dengan pihak bandara maupun pelabuhan. Selain itu, sudah juga menginstruksikan kepada personel KKP yang ada pelabuhan maupun bandara untuk waspada terhadap wabah misterius yang diduga sebagai pneumonia dan juga polio akut.

Selain itu, KKP juga mewaspadai penularan polio. Akhir 2019 ada tiga negara tetangga Malaysia, Filipina dan Myanmar terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga mendapatkan instruksi dari Kemenkes untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Penyakit ini ditularkan melalui mulut. Gejala penyakit ini, penderitanya tiba-tiba mengalami lumpuh layu dan biasanya menyerang anak usia di bawah 15 tahun.

Sesuai arahan dari Kemenkes, KKP melakukan tindakan tertentu terhadap pelaku perjalanan internasional yang khususnya menuju tiga negara tetangga yang terjadi KLB. Pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap kapal yang masuk karena kadang dari Malaysia langsung masuk ke Kalteng. Mengecek status vaksinasi polio dari seluruh awak kapal, apabila ada yang belum, maka tidak boleh turun dari kapal dan akan dikarantina sampai mendapatkan vaksinasi.

KKP Palangka Raya memiliki 4 wilayah kerja aktif, Pelabuhan Laut Pulang Pisau, Pelabuhan Laut Kapuas, Pelabuhan Laut Pegatan Kotim dan Pelabuhan Khusus Kelanis di Rangga Ilung di tepi Sungai Barito, Kabupaten Barito Selatan.

Solihin mengimbau kepada seluruh tim KKP yang ada di pelabuhan yang menjadi wilayah kerjanya, untuk melakukan tindakan vaksinasi terhadap pelaku perjalanan ke luar negeri.

Menurut Solihin, pencegahan menjadi hal yang utama dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Misalnya virus polio bisa ditularkan lewat mulut. Cuci tangan sebelum makan. Solihin meminta kepada sluruh masyarakat jika menemukan orang yang tiba-tiba mengalmi lumpuh layu dengan usia di bawah 15 tahun, segera laporkan ke Puskesmas maupun pusat pelayanan kesehatan terdekat. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas