Mengintip Gaya Hidup Milenial, Kaya Tapi Pelit Demi Pensiun Dini

  • Whatsapp

Tabengan.com – Millennial dianggap sebagai generasi yang tak lagi mementingkan punya rumah atau mobil. Banyak dari mereka yang lebih memilih menggunakan uang untuk traveling dan beli gadget. Tapi tentu tak semuanya demikian. Ada sebagian kelompok millennial yang bahkan sudah memikirkan masa tua dan berusaha keras menabung agar bisa pensiun dini. Mereka pun disebut sebagai millennial kaya tapi pelit.

Salah satu pria yang memilih gaya hidup hemat untuk bisa pensiun dini adalah Daniel. Pria tersebut merupakan pengacara di Manhattan, New York, AS yang juga lulusan universitas hukum elit. Mendengar deskripsi tersebut, mungkin Anda membayangkan jika ia hidup glamour, nyaman, dan ‘hedon’. Namun kenyataannya, ia bahkan tidak tidak punya televisi dan selalu masak makanan berbahan utama nasi dan kacang-kacangan.

Bacaan Lainnya

Kepada New York Post, Daniel mengaku hanya punya enam setelan murah untuk dipakai bekerja. Ketika setelan itu robek yang biasanya terjadi setiap enam bulan, ia akan menjahitnya sendiri. Saat musim dingin, ia pun akan tidak menyalakan heater tapi hanya pakai lebih banyak busana atau selimut. Padahal pria tersebut menghasilkan $270,000 atau Rp 3,7 miliaran per tahun.

Mengapa Daniel begitu pelit meski gajinya hingga miliaran? Ternyata ia adalah salah satu pengikut dari pergerakan FI/RE yang merupakan kependekan dari ‘financial independence, retire early’ atau kemandirian finansial, pensiun dini. Orang-orang yang menjalani gaya hidup ini ingin secepatnya menikmati hidup tanpa harus bekerja keras lagi.

Berdasarkan pendapat pakar, millennial memang diramalkan harus bekerja seumur hidup mereka. Hal itu dikarenakan gaya hidup yang mahal selain memang kebutuhan semakin meningkat. Pergerakan FI/RE pun mengombinasikan cara-cara berhemat dan berinvestasi. Hal ini menyebabkan mereka harus menahan diri dari godaan-godaan sosial masa kini, seperti makan di restoran, kelas olahraga atau gym, atau minum kopi.

Daniel sendiri sudah punya tabungan pensiun yang disiapkan sejak 18 tahun senilai $400,000 atau Rp 5,6 miliaran. Ia pun sudah siap pensiun tiga tahun lagi. “Aku menantikan dan merasa berdaya dengan apa yang aku lakukan,” ungkapnya.

Meski bisa membuat hidup lebih hemat untuk bisa benar-benar pensiun dini atau pensiun dengan tenang, hal ini kurang baik untuk kehidupan sosial. Daniel pun masih single dan mengaku gaya hidup itu tidak membantu kehidupan cintanya. “Mantan pacarku tidak pernah setuju. Pikirannya dari apa yang aku lakukan adalah pelit dan merampas diriku sendiri dan dia,” kata pria 36 tahun ini.

Pos terkait