Bantah Rawan pangan, Barut Surplus Beras dan Barsel Cetak Sawah

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pernyataan dari pihak Kementerian Ketahanan Pangan RI yang menyebut beberapa kecamatan di Kabupaten Barito Utara (Barut) dan Barito Selatan (Barsel) masuk kategori rentan rawan pangan di Provinsi Kaliimantan Tengah, ditanggapi bijak oleh bupati dari dua daerah tersebut.

Bupati Barsel Eddy Raya Samsuri menyatakan, belum mengetahui kalau beberapa kecamatan di daerahnya rentan rawan pangan. Selama ini padi hasil pertanian cukup. Kemudian dari Bulog juga cepat melakukan distribusi ketika adanya permintaan pada saat terjadi bencana di daerah tersebut.

Bacaan Lainnya

iklan atas

“Kalau rawan pangan sih saya masih belum tahu informasinya, yang saya tau sih tidak, karena untuk padi dan lainnya baik dari Bulog dengan ada dari provinsi, biasanya itu kalau kita ada bencana alam cepat ditangani. Infrastruktur sudah mulai siap, jadi masalah rawan pangan dan masalah lainnya kami masih bisa mengatasinya,” kata Eddy, Rabu (18/12).

Menurutnya, dari pengalaman sebelumnya, ketika terjadi musibah seperti banjir dan kekeringan, biasanya pemerintah Barsel minta 100 ton dari Bulog Provinsi dan selalu dipenuhi karena stoknya tersedia. Kemudian gudang Bulog di Barsel juga kurang lebih 50 ton selalu siap.

Selain itu, dari segi lahan pertanian, Pemkab Barsel mandapatkan bantuan irigasi dari sumber daya air di PUPR. Kemudian pembukaan percetakan sawah di beberapa kecamatan seperti Gunung Bintang Awai dan Dusun Utara cukup berhasil dan berjalan dengan baik. Kurang lebih 1.200 hektare cetak sawah.

Bantuan dari kementerian untuk cetak sawah itu cukup memadai. Karena untuk sawah sendiri yang produktif itu ada di Kecamatan Dusun Hilir dan sekitar Kecamatan Jenamas yang memang daerah persawahan.

Sementara itu, Bupati Barut H Nadalsyah menyampaikan daerah yang dipimpinnya ini setiap tahun surplus beras. Untuk konsumsi di daerah Barut berasal dari padi ladang dan sawah. Bahkan, setiap tahunnya di bidang pertanian selalu ditingkatkan.

“Kami setiap tahunnya di bidang pertanian ini kami tingkatkan, bahkan hampir setiap tahun benih padi itu disalurkan, baik dari padi ladang maupun padi sawah. Kalau menurut kami, masih surplus untuk konsumsi di daerah Barut saja cukup, kami mengatakan juga itu (rentan rawan pangan) tidak benar. Tapi mungkin untuk beberapa kecamatan. Namun secara keseluruhan kami masih surplus,” tegas Nadalsyah.

Menurutnya, jika memang terjadi rentan rawan pangan, kemungkinan pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian setiap tahunnya fokus untuk kembangkan pertanian di Barut. Karena menjadi salah satu peran dalam menopang ekonomi masyarakat secara berkesinambungan nantinya.

Bahkan, hasil produksi panen dari masyarakat, selalu mengarahkan Bulog untuk bisa membelinya. Selain itu, beras-beras unggulan yang dihasilkan petani setempat juga dijual dan sering dipamerkan ketika ada acara pameran dan peminatnya banyak. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas