Salah Besar Kalau Kapuas Disebut Daerah Rawan Pangan

  • Whatsapp
H Masrani
H Masrani

KUALA KAPUAS/tabengan.com – Dengan menduduki posisi kedua terbesar se-Kalimantan Tengah setelah Barito Timur terkait tingginya angka stunting yang diderita warga Kapuas, itu sebenarnya tidak bisa dikaitkan dengan ungkapan bahwa Kabupaten Kapuas adalah salah satu daerah yang masuk dalam kategori rawan pangan.

“Saya rasa pernyataan itu salah besar. Dan, perlu diketahui bersama ini juga bukan hanya isapan jempol, Kapuas ini kan dari dulu adalah lumbung padinya Kalteng, jadi bagaimana mungkin menjadi daerah rawan pangan,” kata H. Masrani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/12).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Kapuas Salah Satu Kabupaten Rawan Pangan di Kalteng

BACA JUGA: Kapuas Lumbung Padi Kalteng, Tak Mungkin Rawan Pangan

Jujur saja, kata dia, untuk penilaian angka stunting pun dirinya masih kurang percaya kalau Kapuas menduduki peringkat kedua. Dia mempertanyakan dari mana kriteria dan penilaiannya, sebab ia juga sudah banyak mengunjungi wilayah kecamatan-kecamatan dan desa yang ada di Kapuas.

Bahkan untuk persiapan menjelang masuknya perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 sebagaimana hasil koordinasinya dengan pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi serta Perum Bulog, ketersediaan bahan sembilan bahan pokok justru mencukupi dan bahkan berlebih.

Terkait distribusi sembako ke daerah-daerah non pasang surut yang harganya tidak stabil dan bahkan condong lebih mahal dari perkotaan atau daerah lain, itu dianggapnya hal yang lumrah. Sebab, biaya transportasi angkutan itu masih banyak yang mempergunakan sarana transportasi air, namun tidak semua membuat terhambat atau kosong.

“Saya harapkan ungkapan Kapuas itu rawan pangan hendaknya dapat diluruskan,” tegasnya. c-yul

Pos terkait