RPK, Upaya Bulog Kendalikan Harga

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Rumah Pangan KITA (RPK) adalah sebuah upaya Bulog (Badan Urusan Logistik) untuk bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok di seluruh Indonesia.

Kepala Bulog Divre Kalteng, Mika Ramba kepada Tabengan menyampaikan jika pihaknya melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di masyarakat melalui program RPK tersebut.

Bacaan Lainnya

iklan atas

“Kami sebetulnya berusaha dengan berbagai cara untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di lapangan, diantaranya melalui RPK dan Pasar Murah,” ucapnya, belum lama ini.

Disamping itu ujar dia, barang yang dijual di RPK maupun di pasar murah memiliki harga yang cukup murah yakni berada di bawah HET. Selain itu juga pihaknya menyediakan beragam produk-produk Bulog sendiri seperti gula, minyak goreng, tepung terigu, dan lain-lain.

“Kalau di RPK maupun di Pasar murah tentu produk yang kami jual ialah produk dari Bulog sendiri dan sejumlah merk beras lokal dari berbagai daerah di Kalteng,” jelasnya.

Dikatakan Mika, beberapa waktu yang lalu Kementerian Perdagangan RI mengunjungi gudang Bulog untuk melihat kesiapan stok kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Yang jelas stok beras sangat aman hingga 11 bulan kedepan. Selain itu, gula sekitar 20 ton bisa untuk mencover satu bulan ini, tapi kami akan datangkan sekitar 75 ton lagi. Untuk tepung juga aman serta daging beku saat ini ada 26 ton dalam minggu ini akan datang sekitar 14 ton yang sedang dalam perjalanan,” terangnya.

Lebih lanjut Mika mengungkapkan pihkanya membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjalin kemitraan dengan Bulog melalui program RPK tersebut. Dimana masyarakat akan diberikan kesempatan untuk menjual produk-produk milik Bulog di kios maupun tokonya masing-masing.

“Sebetulnya kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi Mitra dari Bulog dalam program RPK ini. Dimana masyarakat yang memiliki toko atau tempat berusaha bisa untuk berjualan produk-produk milik Bulog,” jelasnya.

Sementara salah seorang pedagang di Pasar Kahayan Palangka Raya, Rita mengatakan ketertarikannya untuk mengikuti program tersebut karena ingin menjadi mitra pemerintah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok di Kota Palangka Raya.

“Saya ingin mengikuti program ini, namun ada beberapa persyaratan administrasi yang harus dilengkapi terlebih dahulu sebelum mengajukannya secara langsung kepada Bulog,” katanya. sda

iklan atas

Pos terkait

iklan atas