Palangka Raya Dikepung Banjir

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Palangka Raya sejak Selasa (3/12) malam hingga Rabu (4/12) pagi, mengakibatkan beberapa ruas jalan utama terendam banjir yang cukup merugikan. Air banjir juga menggenangi rumah-rumah warga.

Pantauan Tabengan di Jalan G. Obos dan Temanggung Tilung, air sempat menggenangi ruas jalan tersebut hingga setinggi betis orang dewasa. Arus lalu lintas pun terlihat padat merayap lantaran kendaraan harus melaju dengan pelan.

Bacaan Lainnya

Selain dua ruas jalan tersebut, di Jalan Pangeran Samudera 1 juga ada warga yang terpaksa mengungsi dari baraknya. Seperti yang dirasakan oleh Gie (50). Pria paruh baya ini terpaksa menyewa sebuah kamar di Wisma Omah Tambi untuk menginap.

“Pukul 04.00 WIB saya pulang ke barak, air sudah hampir selutut. Semua barang saya di barak basah terendam air, jadi terpaksa buka kamar untuk tidur karena kasur juga tidak dapat dipakai lagi,” ungkapnya sembari mengelap keringat di keningnya usai mengepel kamar baraknya.

Banjir juga merendam puluhan rumah di Kelurahan Panarung, tepatnya di kawasan Jalan Meranti III Gang Demak dan sekitarnya, akibat luapan saluran air primer III dampak dari hujan deras berintensitas tinggi, Rabu. Air yang meluap, bahkan mencapai kedalaman sekitar 50 centimeter dan masuk ke perumahan warga.

“Setidaknya 80 persen rumah yang ada di tiga RT kawasan Jalan Meranti III kebanjiran. Untuk saya di RT 02 kemungkinan ada 50 rumah yang terendam air,” ucap Erwansyah, Ketua RT 02, Jalan Meranti III.

Disebutkan, luapan dari saluran air primer III di kawasan tersebut diduga dari mengecilnya box culvert (gorong-gorong) akibat pelebaran Bandara Tjilik Riwut, beberapa waktu lalu. Hanya 2 jam hujan besar terjadi, maka dipastikan saluran primer akan meluap dan menggenangi perumahan warga.

“Ini sudah kali ketiga banjir terjadi karena hujan besar. Sebelumnya kita sudah laporkan ke Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangka Raya. Sudah dilakukan pengerukan, namun kelihatannya belum tuntas. Kita minta ada saluran air baru supaya air dari saluran primer I dan II tidak mengalir ke saluran primer III, sehingga debit air dapat terkontrol,” katanya.

Motor Tercebur
Banjir yang menggenangi sekitar Jalan Beliang, benar-benar membuat repot para pengendara. Bahkan, ada pengendara sepeda motor yang terjerembab masuk ke lubang yang tertutup air. Fadly dan Elvi, suami istri saksi mata, mengatakan bahwa ada pengendara motor Honda Beat putih jatuh ke lubang parit.

“Wah, gak ingat nama dan nomor polisinya pak, yang kepikiran bagaimana bantu orang itu aja angkat motornya dari lubang parit,” ujar Fadly kepada Tabengan melalui WA, Rabu.

Sementara itu, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, usai hujan besar terjadi pihaknya telah mengevakuasi 2 warga ke tempat aman karena rumahnya digenangi air. Terkait genangan air yang disebabkan pelebaran bandara, pihaknya akan segera berkoordinasi untuk melakukan pengerukan.

“Ke depan kita akan siagakan personel ke titik rawan banjir. Tentunya dengan koordinasi tanggap bencana dari provinsi dan Wali Kota. Sama-sama membantu, jika ada banjir di Palangka Raya agar cepat dievakuasi,” tuturnya. fwa/yoh/dkw

Pos terkait