Komunitas Sanggar Marajaki, Melestarikan Seni dan Budaya Kalteng

  • Whatsapp

Tabengan.com – Kurang lebih 11 tahun, Benny M. Tundan membuka Sanggar Marajaki dan sekaligus memimpin sanggar tersebut. Saat ini ada sekitar 60 orang yang dikader Benny untuk melestarikan seni dan budaya Kalimantan Tengah (Kalteng) di Sanggar Marajaki. Usia mereka mulai dari anak usia 6-36 tahun.

Sementara motivasi apa yang mendorong Benny membuka sanggar ini. Benny menyalurkan hobi. “Ingin berjuang untuk ruang lingkup sendiri Karena murni sebagai seniman dan mambawa nama daerah supaya lebih di kenal,” ujarnya, kepada Tabengan, pekan lalu.

11 tahun bukanlah waktu yang singkat, ada banyak lika-liku dalam mengelola sanggar yang dibukanya. Kendala-kendala yang dialami Benny dan sanggarnya adalah minimnya sarana dan prasarana yang dapat menunjang aktivitas sanggar.

“Kendalanya pada saat kegiatan sosial, belum ada alat penunjang sound sistem. Perlu perhatian dari pihak yang mengapresiasi seni dan budaya, sehingga dapat menunjang setiap aktifitas,” tambahnya.

Harapannya ada gedung pertunjukkan yang dapat mengakomodir para seniman. Oleh karena pelaku seni cukup banyak yang berprestasi dan baik. “Seni pertunjukan peluang untuk perekonomian daerah. Punya multi efek, ada pertunjukkan pasti ada perputaran ekonomi,” ungkapnya. Daniel

Pos terkait