Kisah Lagu Aurel, Gadis Cilik Penderita Kanker

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Saat menapaki hari jelang ajalnya, seorang gadis cilik bernama Aurelia Caludia Putri kelahiran Kota Palangka Raya, menyempatkan dirinya untuk menciptakan sebuah lagu khusus penderita kanker dan anak-anak broken home dengan judul “Laguku”

Aurel merupakan putri pelaku seni Beny M Tundan. Tuhan Yang Maha Kuasa ternyata lebih sayang kepada gadis cilik mungil nan cantik ini. Dia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 9 tahun akibat penyakit kanker yang dideritanya. Kepergian Aurel memberikan kehilangan dan kenangan yang sangat mendalam bagi keluarga.

Bacaan Lainnya

iklan atas

Beny Tundan menceritakan, ikhwal terciptanya “Laguku” ini, bermula dari ditemukannya buku tulisan Aurel oleh kakak iparnya usai membongkar barang-barang milik Aurel.

Tercatat tulisan tangan Aurel dibuku yang dipenuhi dengan beberapa coretan, sepertinya dia ingin melakukan beberapa perbaikan dalam tulisannya. Dari catatan anak sekolah dasar (SD) itu,terungkap cita-citanya untuk menjadi seorang putri, impianya juga pesannya untuk penderita kanker.

Beny melanjutkan, hasil tulisan tersebut diberikan kepada rekan-rekan, salah satunya bernama Muchy untuk dapat disusun dan diaransemen sehingga diperoleh nada yang tepat atas lirik yang ada. Hasilnya lagu berjudul “Laguku” selesai dibuat, dan siap untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Ada terselip pesan bagi semua masyarakat dengan diluncurkannya lagu ini.

“Saya pribadi memberikan pesan bagi semua pihak, tanpa terkecuali. Permasalahan keluarga jangan sampai mengorbankan anak. Karena ketika anak mengetahui ada masalah dalam lingkup keluarganya , membuatnya tidak berselera untuk makan, bahkan dampaknya membuatnya sakit. Penyakit inilah yang diderita Aurelia sampai akhirnya menghembuskan nafasnya,” kata Beny, saat menceritakan lahirnya lagu berjudul “Laguku”, Jumat (22/11) di Palangka Raya.

Beny melanjutkan, pesan moriil dari lagu ini adalah permasalahan yang dimiliki para orang tua jangan sampai mengorbankan anak. Tidak itu saja, lagu ini juga untuk memberikan semangat dan kekuatan bagi siapa saja yang sedang sakit, terkhusus bagi mereka yang menderita kanker. Diluncurkannya lagu berjudul “Laguku” ini semuga mampu menginsirasi masyarakat di Kalteng.

Aurelia, ungkap Beny, sosok yang periang, centil dan suka bercanda. Kondisi psikologis yang dihadapi tidak membuatnya patah semangat untuk memberikan pesan. Lagu yang diberikan kepada masyarakat ini, semoga memberikan masukan untuk berpikir ulang dan berpikir secara matang apabila memutuskan untuk berpisah. Ingat, korbannya adalah anak.

Sementara itu, Nathasya Pramudya, yang dipercaya untuk membawakan lagu berjudul “Laguku” mengaku senang dan bangga dengan kepercayaan yang diberikan. Kenal hanya dalam kurun waktu setahun, dan hanya bertemu dengan sangat singkat tapi diberikan kepercayaan yang sangat besar. Aurelia memang pribadi yang periang, dan juga sangat bersenandung.

“Senang berteman dengan Aurelia, karena pribadinya yang sangat periang, dan senang sekali bercanda. Tidak menyangka apabila Aurelia memiliki catatan yang luar biasa, dan diwujudkan dalam sebuah lagu,” kata Natasya.

Sementara, Muchy pengaransemen lagu ini menuturkan, pesan lagu ini sendiri menggambarkan pribadi Aurelia yang gembira, ingin menggapai cita-ita, dan juga mimpi. Aransemen disusun sendiri, dengan jangka waktu selama satu hari. Kerja sama dengan rekan-rekan membuat lagu ini akhirnya selesai, dan siap untuk dipersembahkan kepada masyarakat.

Kini Aurelia Caludia Putri sudah berada bersama Bapa di Sorga, keinginanmu, impianmu dan semangatmu serta lagumu akan terus kami diingat . dedi abdul Rahim

iklan atas

Pos terkait

iklan atas