Komisi III Dorong Pembenahan Sapras Anjungan Kalteng

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong pemerintah provinsi (pemprov) untuk melakukan pembenahan terhadap anjungan Kalteng, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi III, Sri Neni Trianawati. Menurutnya, fasilitas tersebut memerlukan pembenahan sebab fasilitas itulah yang memperkenalkan ciri khas Kalteng bagi masyarakat luar. Artinya keberadaan fasilitas tersebut wajib dikembangkan oleh pemerintah dengan memerhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan sarana dan prasarana (sarpras) nya.

Bacaan Lainnya

“Intinya anjungan itu adalah pintu gerbang Kalteng bagi masyarakat luar, karena bisa dilihat para wisatawan baik seluruh Indonesia maupun mancanegara. Wisata serta hal lainnya menyangkut Kalteng, ada di anjungan tersebut,” kata Sri.

Pihaknya mendorong pemprov melalui instansi terkaitnya, yang dalam hal ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng, untuk segera menyiapkan konsep yang berkaitan dengan upaya pembenahan tersebut.

Ia menambahkan, tentu saja langkah itu harus memiliki masterplan yang maksimal, serta penataan dan perbaikan secara keseluruhan. “Kita juga mendorong anjungan Kalteng memiliki akses data berbasis digital modern. Karena melalui sarana itu, para pengunjung dapat menerima informasi lengkap mengenai Kalteng, secara digital,” jelasnya.

Pembenahan tersebut tentunya agar anjungan Kalteng di TMII bukan hanya sekedar pajangan atau formalitas, untuk kawasan itu. Sebab, anjungan tersebut bisa dikatakan merupakan jati diri dan cerminan bagi masyarakat luar. “Artinya, apa yang ada dan digambarkan dalam anjungan itu, akan memberikan persepsi bagi publik di seluruh Indonesia tentang Kalteng ini,” terangnya.

Selain itu, Sri juga mengharapkan agar seluruh kabupaten dan kota, dapat mendukung optimalisasi anjungan tersebut. Contohnya dengan mengisi dan merawat fasilitas di masing-masing bilik untuk kabupaten. “TMII adalah salah satu pusat informasi budaya bagi masyarakat Indonesia. Wajar apabila kawasan tersebut, jadi salah satu destinasi wisatawan, yang berkunjung,” pungkasnya. bob

Pos terkait