Kemendag Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia melakukan pantauan langsung ke pasar tradisional dan toko ritel yang berada di Kota Palangka Raya. Hal ini sebagai bentuk komitmen menjaga ketersediaan bahan pokok dan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Kami memantau dua pasar yakni Pasar Besar dan Pasar Kahayan, dimana harga bahan pokok di kedua pasar ini tidak bergejolak,” ucap Staf Ahli Menteri Perdagangan bidang Hubungan Internasional, Arlinda saat diwawancarai disela-sela kegiatan, Kamis (28/11).

Bacaan Lainnya

Dikatakan kemudian, kegiatan pemantauan secara langsung menjelang hari Natal dan Tahun Baru itu merupaka kegiatan rutin setiap tahunnya, yang bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan harga bahan pokok.

“Jadi kami harus memastikan kelangsungan pasokan harus tercukupi karena sudah mulai masuk musim kering yang kini mulai tampak sehingga harus lebih diwaspadai terkait pasokan ini,” bebernya.

Menurut Arlinda, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan satuan tugas pangan untuk terus memantau pergerakan harga bahan pokok yang ada dipasaran.

“Selama tiga tahun ini kami menggunakan pola seperti ini. Hasilnya cukup bisa mengendalikan inflasi di wilayah Indonesia. Namun kita harus tetap mempersiapkan segala kemungkinan agar hal yang sudah cukup baik ini tetap terjaga,” terangnya.

Arlinda mengingatkan dari hasil pantauan dikedua pasar ini terdapat beberapa komoditas yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi gejolak harga. “Terutama komoditi daging ayam potong perlu dikoordinasikan lebih lanjut agar pasokan dapat terus continue. Kalau komoditas lainnya saya kira cukup aman dan tidak akan bergejolak,” ujarnya.

Dihari sebelumnya, Kemendag RI juga melakukan kunjungan di toko ritel, yakni supermarket hypermat dan sendy’s untuk memantau harga dan memastikan kebutuhan pokok aman.

“Hasil pantauan di toko ritel ini semua bahan pokok cukup stabil, hanya daging ayam boiler yang mengalami perbedaan dengan HET yang ditetapkan, dimana HET daging ayam Rp34.000 per kilogram, namun disini Rp36.500. Tetapi akan kita bandingkan dengan harga di pasar tradisional,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia memastikan bahwa untuk di toko ritel, baik pasokan dan harga kebutuhan pokok tidak aka nada kenaikan.

Sementara kepala toko Hypermart Rony Hernawan menjelaskan, perbedaan harga pada daging ayam boiler dengan HET yang telah ditentukan sebenarnya lebih murah dibandingkan dengan yang ada di pasar tradisional.

“Kalau daging ayam boiler lebih murah ditambah lagi kan disini sudah di pack dengan plastik dan sangat dipastikan hygenis,” tuturnya.

Dia memastikan untuk pasokan selalu aman dengan catatan tidak terkendala dalam transportasi. Misalkan seperti gangguan cuaca atau kendala-kendala lainnya yang tidak terduga.

“Bawang merah dan bawang putih masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Bila pasokan lokal kosong, kami kirim melalui pusat di Jakarta. Untuk harga dipastikan tak akan ada kenaikan,” katanya.

Berdasarkan pantauan harga kebutuhan pokok Kemendag RI di Pasar Besar kota Palangka Raya, yakni beras medium Rp12.000/kg, beras premium Rp13.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, minyak goreng curah Rp13.000/liter, daging ayam Rp42.000 hingga Rp45.000 per kg, daging sapi Rp120.000/kg, telur ayam ras Rp25.600/kg, cabai merah besar Rp46.000 sampai Rp50.000/kg dan cabai rawit Rp40.000/kg.

Sedangkan harga di toko ritel seperti beras premium Rp64.490 sampai 66.500/kg, minyak goreng merk Rp11.000/liter, telur ayam ras Rp25.000/kg, daging ayam boiler Rp36.500/kg, cabai keriting RP107.900/kg dan cabai merah besar Rp97.900/kg. sda

Pos terkait