Wali Kota Konsen Tuntaskan Disparitas Sosial

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kota Palangka Raya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah dikenal sebagai kota yang memiliki tipelogi yang beragam. Mulai dari wajah perkotaan, wajah pedesaan dan hutan. Hal ini diakui menjadi salah satu kendala yang sangat kompleks untuk menentukan arah pembangunan.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin dalam kesempatan berbincang bersama awak media menuturkan, pemerintah telah menetapkan kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2024, beberapa waktu yang lalu.

Bacaan Lainnya
iklan atas

Implementasi dalam RPJMD tersebut, katanya, kemudian akan mengakomodir semua sektor pembangunan yang tepat untuk semua tipelogi.

“Tipelogi kita disini juga beranggotakan masyarakat yang beragam status dan kedudukannya. Mulai dari masyarakat perkotaan yang sejahtera hingga masyarakat kawasan pinggiran yang masih belum sejahtera. Maka pemerintah kota saat ini lebih fokus untuk menuntaskan disparitas atau kesenjangan sosial yang ada,” bebernya, kemarin.

Fairid memahami betul masalah dan kendala yang dihadapi Kota Palangka Raya, yakni masih adanya masyarakat yang sejahtera, masih ada juga masyarakat yang tidak sejahtera bahkan berada di garis kemiskinan.

Namun di dalam program pembangunan, baik visi-misi maupun RPJMD telah dipetakan kebijakan apa yang perlu dieksekusi dengan optimal. Salah satunya, menuntaskan disparitas sosial tersebut.

Dicontohkannya, seperti di Kecamatan Rakumpit dimana persoalan infrastruktur belum berjalan hingga 100 persen. Hal ini disebabkan anggaran dan juga ketentuan penggunaan anggaran yang dikhususkan untuk infrastruktur. Sehingga pembangunan seperti rumah sakit, puskesmas hingga sarana pendidikan belum bisa diakomodir sepenuhnya.

“Meskipun begitu, dalam anggaran tahunan yang akan datang pemerintah akan merancang kebijakan yang mengarah pada persoalan tersebut. Perlu diingat juga, untuk menuntaskan segala persoalan ini diperlukan waktu yang tidak sedikit dan juga memerlukan tahapan demi tahapan yang panjang,” jelasnya.

Fairid berharap, masyarakat Kota Cantik bisa lebih bersabar untuk menantikan kemajuan yang terus berkembang di kota setempat, dengan target mewujudkan Kota Palangka Raya menjadi Smart City dengan tipelogi kearifan lokal.

“Semua wilayah pasti mendapat giliran. Baik infrastrukturnya maupun sarana yang lain. Kita berharap masyarakat untuk bersabar, karena kita akan tuntaskan semua visi-misi selama masa jabatan berakhir 2024 nanti,” tutupnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas