Rekrutmen CPNS Diharapkan Atasi Kekurangan Guru dan Tenaga Medis

  • Whatsapp
Kuwu Senilawati
Kuwu Senilawati

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Adanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilaksanakan pemerintah tahun ini, mendapat apresiasi dari jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). Pasalnya, Kalteng masih kurang PNS, khususnya untuk tenaga medis dan guru.

Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng Kuwu Senilawati menyambut baik dengan dilaksanakannya penerimaan CPNS tahun ini. “Apalagi formasi untuk bidang pendidikan dan kesehatan, untuk tenaga medis, guru ataupun dokter yang selama ini dibutuhkan di daerah,” ujarnya kepada awak media ketika ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Dirinya menambahkan selama kurun waktu beberapa tahun kedepan, sudah banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pensiun. Karena tidak adanya pengganti, beberapa daerah terpaksa mengangkat tenaga kontrak dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan kesehatan, khususnya wilayah pedesaan ataupun kecamatan.

Anggota Dewan yang membidangi pariwisata, pendidikan dan kesehatan itu menjelaskan, kebutuhan tenaga kesehatan dan pendidik seperti perawat, bidan, dokter hingga guru sangat mendesak. Saat ini jumlah tenaga yang ditugaskan di kecamatan ataupun desa masih sangat minim.

Bahkan beberapa diantaranya, kebanyakan diisi oleh tenaga kontrak, sehingga optimalisasi pendidikan yang mestinya sesuai harapan belum terakomodir sepenuhnya. Politisi dari partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini mencontohkan, seperti di wilayah Katingan dimana dua formasi tersebut menjadi kebutuhan daerah.

Kondisi kurangnya tenaga-tenaga itu terlihat dari usulan aspirasi bahkan kunjungan dalam daerah lingkup masyarakat. “Rata-rata sekolah, puskesmas atau pustu, masih diisi dan didominasi tenaga kontrak atau honorer,” ucap wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas (Gumas) ini.

Persoalan lainnya yang kerap dikeluhkan, seperti minat untuk formasi dokter yang minim dalam penempatan di daerah terpencil. Maka untuk wanita murah senyum itu mengharapkan, kedepannya untuk formasi keperawatan bisa lebih banyak. “Hal ini dalam upaya sebagai back up, apabila formasi dokter masih sangat minim peminat. Apalagi jenjang S1 keperawatan bisa dikatakan memiliki kemampuan, yang mendekati pelayanan kedokteran,” pungkasnya. drn

Pos terkait