Guru, Pelajar dan Orang Tua di Edukasi Penanganan ABH

  • Whatsapp

SAMPIT/tabengan.com – Sejumlah guru tingkat SMP, SMA, Pelajar dan Orang Tua di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapatkan edukasi atau pemahaman terkait penanganan Anak yang Berhadapan Hukum (ABH) pada kegiatan sosialisasi penanganan ABH, Rabu (20/11).

Kegiatan yang di prakarsai Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotim dibuka Kepala DP3APPKB Kotim Ellena Rosie, menghadirkan narasumber yang berasal dari DP3APPKB Kotim serta Kapolsek Baamang.

Kepala DP3APPKB Kotim Ellena Rosie mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar terciptanya kesamaan persepsi, kerjasama dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan ABH.

Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.

Dijelaskan, dalam Undang-undang tentang anak yang memerlukan perlindungan khusus, antara lain anak yang dikategorikan dalam anak yang berkonflik dengan hukum, yakni anak yang disangka, didakwa dan ditetapkan sebagai pelaku tindak pidana pelanggaran hukum.

“Hal ini tentunya patut menjadi perhatian kita bersama bahwa proses hukum terhadap para anak pelaku tindak pidana bukan saja dilihat dari kuantitas kasusnya saja tetapi kualitas pelanggaran hukum maupun perlakuan terhadap mereka yang memerlukan penanganan secara proporsional dan manusiawi,”terangnya.

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi penanganan ABH ditekankan sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian bersama terhadap permasalahan anak yang berkonflik dengan hukum.

Juga menguatkan kinerja serta sinergitas jejaring penanganan anak yang berkonflik dengan hukum, baik di dalam lingkungan aparat penegak hukum maupun lembaga/institusi yang mempunyai visi perlindungan anak dalam aspek pencegahan.

Kepala SMAN 3 Sampit Livenur mengaku sangat terbantu dengan adanya sosialisasi yang diberikan oleh dinas tersebut. Karena menambah wawasan pihak sekolah dalam memberikan arahan dan bimbingan kepada anak didik di sekolah.c-may

Pos terkait