25 Pengrajin Ikuti Pelatihan Produksi Kerajinan Limbah Kayu

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar pelatihan bimbingan teknis produksi kerajinan yang berasal dari limbah kayu. Kegiatan ini diikuti sebanyak 25 pengrajin yang berasal dari wilayah Kota Palangka Raya.

“Kami memberikan program bimbingan ini dalam memanfaatkan limbah kayu menjadi hal yang patut disorot dan penting, sebab mempunyai potensi yang besar,” ujar Kepala Disdagperin Kalteng, Aster Bonawaty saat diwawancarai wartawan, Selasa (19/11).

Menurut Aster, potensi sumber daya alam (SDA) Kalteng berupa produksi kayu siap pakai menghasilkan limbah kayu yang sangat banyak. Hal ini merupakan peluang yang bagus jika dapat diolah menjadi kerajinan yang bernilai jual tinggi.

“Pelatihan ini diharapkan para pengarajin atau UKM ini dapat memanfaatkan dengan baik. Tujuannya ke penghasilan sehingga dengan tahapan-tahapan bimbingan bagaimana memproduksi kerajianan yang dapat diterima oleh pasar,” ungkapnya.

Aster berharap para pengrajin ini dapat memperluas pangsa pasar serta dapat menyerap tenaga kerja. Selain itu, meningkatkan daya saing baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Dengan begitu daya beli masyarakat akan meningkat. Lebih penting lagi munculnya wirausaha-wirausaha baru yang pada akhirnya dapat mengingkatkan ekonomi daerah,” bebernya.

Terkait dengan packaging (kemasan) produk, ia mengakui bahwa hingga saat ini dirumah kemasan hanya packaging untuk produk makanan. Namun tidak menutup kemungkinan kedepan kemasan untuk produk limbah kayu ini akan ada.

“Sangat bagus agar lebih eksklusif mungkin kemasannya dengan kardus ataupun mika, yang jelas akan kami siapkan. Selain itu, program ini akan diadakan juga di daerah kami akan berkoordinasi dengan Disdagperin kabupaten,” ucapnya.

Sementara ketua panitia kegiatan, Elsise Trevisia menerangkan, tujuan dari kegiatan bimtek untuk mengurangi limbah kayu serta menngembangkan potensi dan inovasi daru para pengerajin atau pelaku UMKM.

“Kegiatan ini akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan materi 15 persen teori dan 85 persen praktek. Jadi kami bekerja sama dengan mebelica oke untuk serta pelaku usaha lainnya,” katanya. sda

Pos terkait