Masih Ada Napi Aktif di Sosmed

  • Whatsapp

SAMPIT/tabengan.com – Penggunaan telepon seluler atau sejenisnya, merupakan sesuatu yang dilarang di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Ketika masih ada narapidana yang aktif di sosial media (Sosmed), tentunya hal tersebut akan menjadi perhatian serius pemangku kepentingan di Lapas.

Termasuk saat adanya narapidana perempuan di Lapas Klas IIB Sampit yang diketahui masih aktif di sosmed. Hal tersebut langsung ditanggapi Kepala Lapas Klas IIB Sampit, Agus Dwirijanto. Dia menyebut kemungkinan adanya petugasnya yang berhianat. “Tidak menutup kemungkinan ada petugas saya yang berkhianat. Sehingga hendphone bisa masuk dan digunakan narapidana di lapas,” jelasnya, Rabu (13/11).

Kalapas tidak bisa memastikan di Lapas Klas IIB Sampit bebas dari barang-barang yang dilarang seperti telepon genggam. Karena bisa saja narapidana bekerjasama dengan sipir untuk menyelundupkan barang tersebut. “Kami terus berupaya agar kasus ini bisa terungkap. Sejumlah napi yang kedapatan membawa telepon genggam juga kami periksa. Namun mereka tidak mau mengungkap siapa yang memberikan telepon genggam kepada mereka,” lanjutnya.

Selain kemungkinan adanya sipir yang memberikan telepon genggam ke narapidana, kemungkinan lainnya diberikan oleh keluarganya yang membesuk. Karena pada saat hari kunjungan pada Selasa, Kamis, dan Sabtu, ada ratusan pembesuk yang datang. “Petugas kami yang memeriksa terbatas, dan metal detektor hanya memeriksa barang bawaan pengunjung saja. Sehingga bisa saja mereka yang menyelundupkan barang yang dilarang untuk napi,” tambahnya.

Untuk meningkatkan pengawasan terhadap barang yang dilarang ini, pihaknya akan terus melakukan razia terhadap barang yang dilarang, dengan jam dan waktu yang tidak ditentukan. c-arb

Pos terkait