Pertamina Kirim 228.000 Tabung/Hari

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – PT Pertamina Rayon IV Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan stok elpiji subsidi dan non subsidi untuk kota Palangka Raya aman hingga akhir tahun mendatang. Kepastian itu disampaikan Sales Executive LPG Rayon IV Kalteng, Revi Renaldhi, Senin (9/11). Revi mengatakan, selama periode November 2019 hingga akhir tahun diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan. Hal ini akan dipantau setiap hari untuk stok dan supply elpiji agar di masyarakat tetap aman.

“Polanya setiap tahun seperti itu, yang jelas kami koordinasi agar stok serta distribusi berjalan dengan baik,” jelasnya. Dia megakui, stok gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) untuk November 2019 telah didistribusikan sebanyak 228.000 tabung setiap harinya. Sementara itu, untuk penyaluran gas elpiji 5,5 kg tidak ada angka pasti diakrenakan penjualannya yang bebas.

“Kurang lebih sekitar itu untuk distribusi bulan November ini, kami ditribusika setiap harinya kecuali di hari minggu. Untuk elpiji 5,5 kg dan non subsidi lainnya walapun dijual bebas kami tetap siapkam di gudang dan pangkalan-pangkalan supaya masyarakat lebih gampang mendapatkannya,” bebernya. Revi mengungkapkan upaya dalam pengawasan selalu koordinasi dengan dinas terkait agar gas elpiji subsidi 3 kg ini tepat sasaran. Seperti melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke (Hotel, Restoran, dan Cafe).

“Minggu yang lalu kami dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Palangka Raya serta instansi terkait lainnya melalukan sidak ke beberapa rumah makan. Alhasil sidak yang dilakukan dari 8 rumah makan terdapat 6 rumah makan yang masih menggunakan gas eliji 3 kg subsidi ini,” ungkapnya. Untuk beberapa rumah makan yang masih kedapatan menggunakan elpiji subsidi, akan dilakukan sosialiasi dan trade in ke elpiji non subsidi.

“Karena menurut UU UMKM No. 20 Tahun 2008 yang dapat menggunakan elpiji subsidi 3kg adalah keriteria usaha mikro. Saya harap pengusaha rumah makan dapat beralih ke elipiji non subsidi (5,5 kg, 12 kg atau 50 kg) dan bagi yang telah memakai dapat menjadi contoh bagi yang belum menggunakan,” katanya. sda

Pos terkait