Dewan Prihatin Masih Ada Kasus Gizi Buruk

  • Whatsapp
sigit widodo
Sigit Widodo

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kasus gizi buruk tampaknya tidak benar-benar hilang dari Kota Palangka Raya. Beberapa waktu yang lalu, viral di media sosial dimana di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Pahandut, terdapat dua anak dengan kondisi gizi buruk dan mengalami kelumpuhan akibat kondisi ketidakmampuan kedua orang tuanya.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi C Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Palangka Raya Sigit Widodo merasa sangat prihatin atas kasus gizi buruk yang ternyata masih membayangi keluarga-keluarga tak mampu dengan penghasilan ekonomi rendah di Kota Cantik.

Bacaan Lainnya

“Dinas terkait yang berada di lingkup pemerintahan kota harus bergerak cepat menangani para penderita gizi buruk ini. Harus segera dibawa kerumah sakit dan mendapatkan penanganan medis untuk mengantisipasi bertambah parahnya kondisi anak-anak tersebut serta mencegah munculnya penyakit penyerta gizi buruk lainnya,” ungkap Sigit saat dibincangi Tabengan, Minggu (10/11).

Dengan ditemukannya kasus gizi buruk tersebut, dirinya berharap pemerintah daerah, mulai dari tingkat RT/RW, lurah maupun camat di seluruh Kota Palangka Raya sebagai perpanjangan tangan dari wali kota untuk bisa lebih sigap memperhatikan kondisi masing-masing masyarakatnya.

“Saya juga meminta kepada Dinas Kesehatan agar terus menerus berkoordinasi dengan RT/RW, lurah, dan tokoh masyarakat untuk melakukan pendataan terkait warga yang menderita gizi buruk, serta segera melakukan langkah-langkah nyata pencegahannya. Kita tak ingin anak-anak dengan masa depan yang begitu panjang, namun harus menghadapi kondisi gizi buruk akibat keterbatasan ekonomi,” jelas Politisi PDI Perjuangan ini.

Selain itu juga, Sigit mendorong orang tua untuk selalu menjaga serta memperhatikan gizi dan nutrisi bagi anak-anaknya. Sebab menurutnya, ragam pilihan makanan yang kurang bergizi serta literasi gizi yang masih rendah, menjadi bagian yang mempengaruhi ketidakseimbangan kualitas asupan zat gizi sehari-hari. “Pada anak, peran orangtua memiliki peran krusial dalam menyusun menu padat gizi, guna mendukung pertumbuhan maksimal, salah satunya dengan memastikan pemenuhan kebutuhan pangan hewani. Bisa dilakukan dengan mengetahui kebutuhan gizi anak, distribusikan menu yang berkualitas dan siapkan menu yang praktis namun padat gizi,” pungkasnya. rgb

Pos terkait