KPR Alami Kelesuan

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Menjelang akhir tahun 2019, pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menurun. Memasuki November ini, baru 30 pengajuan yang masuk baru dan 2 pengajuan yang mencapai proses akad kredit. “Kemarin ada 2 yang sudah akad. Ada sekitar 30 user yang sudah masuk di kementrian PU, tinggal verifikasi berkas,” kata Ratna Puji Lestari, Kabag Kredit Konsumer BTN di ruang kerjanya, Senin (4/11).

Kelesuan dalam pengakuan KPR disebabkan habisnya kuota FLPP (Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perumahan). Sedangkan warga masyarakat yang ingin mengajukan KPR dan juga pihak pengembang tetap menunggu program FLPP dibuka kembali oleh pemerintah. “Sebenarnya program FLPP tersebut sudah lama habis, sejak Agustus lalu,” imbuhnya.

Ratna mengungkapkan ada alternatif yang pemerintah berikan. Yaitu BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) yang realisasinya pada akhir November 2019. Tetapi program tersebut kurang diminati masyarakat. “Sebagai alternatif KPR ada BP2BT. Ada Rp38 juta sampai Rp40 juta bantuan dari pemerintah,” imbuhnya.

Mengatasi hal ini, langkah-langkah yang diambil adalah dengan mensosialisakan langsung kepada masyarakat mengenai program BP2BT dan menyakinkan pihak pengembang bahwa pencairan uang muka akan dilakukan dengan cepat. “Sosialisasi langsung dan ke pengembang dengan menyakinkan bahwa pencairan uang muka yang cepat,” katanya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas