Serapan KUR di Kalteng Rendah

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Progress penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga September 2019, masih didominasi oleh sektor pedagangan sebesar 53,24 persen dari seluruh sektor penerima pembiayaan KUR. “Jadi untuk penyaluran KUR memang paling besar dan banyak ada di sektor perdagangan besar dan eceran, masih mendominasi,” ucap Kabid PPA Ditjen Perbendaharaan Kalteng Dedy Sumantri, pekan kemarin.

Dikatakannya, sektor yang paling banyak kedua, yaitu sektor pertaninan dan kehutanan sebesar 29,26 persen. Kemudian, diikuti sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan sebesar 6,41 persen. “Untuk Kalteng tiga sektor ini yang masih dominan dalam penyaluran KUR. Selain itu, sektor industri pengolahan juga ada sekitar 2,91 persen serta penyedia akomodasi dan penyediaan sebesar 2, 78 persen,” ujarnya.

Kinerja progres penyaluran KUR Kalteng sejauh ini mencapai Rp930 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 28.980. Dengan penyaluran KUR terbanyak berada di kota Palangka Raya dengan nilai Rp157,72 miliar. “Palangka Raya penyaluran KUR paling banyak nilainya dikarenakan jumlah debitur mencapai 4.676 debitur,” bebernya. Penyaluran KUR untuk kabupaten lainnya, Kotawaringin Barat Rp134,098 miliar, Kapuas Rp130,88 miliar, Kotawaringin Timur Rp116,39, Barito Utara Rp94,82 miliar.

“Dari data yang ada yang paling sedikit serapan KUR berada di kabupaten Seruyan dengan nilai Rp25.996.409.055, kabupaten Gunung Mas sebesar Rp21.371.000.000 serta kabupaten Murung Raya Rp21.737.000.000,” ungkapnya. Di sisi lain, hingga 18 September 2019 terdapat 9 lembaga keuangan penyalur KUR yang telah mendukung dana bantuan modal kepada pelaku usaha di Kalteng.

Diantaranya, BRI Rp672.897.106.233, BNI Rp114.543.500.000, Mandiri Rp109.294.920, BRI Syariah Rp5.785.000.000, BPD Kalteng Rp3.906.000.000, BCA Rp750.000.000, Maybank Rp500.000.000, BTN Rp270.000.000 serta SIKP UMi Rp29.000.000. “Bila dilihat dari skala nasional serapan KUR di Kalteng ini masih terbilang rendah karena hanya menepati urutan ke-24 dari 34 provinsi. Tapi ini masih ada waktu beberapa bulan hingga ahir tahun, kami optimis urutan ini bisa naik rankingnya,” katanya. sda

Pos terkait