Produk HHBK Kalteng Dikirim ke Jawa

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran melalui Sekdaprov Kalteng Fahrizal Fitri, Rabu (30/10) pagi, secara simbolis melepas pengiriman perdana produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dari sejumlah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Provinsi Kalteng ke beberapa perusahaan di Pulau Jawa dan Kalimantan.

Sejumlah produk HHBK tersebut yaitu rotan yang berasal dari UPT KPHP Katingan Hulu Unit XVII, akan dikirim ke PT Sahabat Usaha Rakyat, di Cirebon sebanyak 3 ton dari target 50 ton yang disepakati.

Selain itu, juga ada serbuk biomasa yang berasal dari KPHL Gerbang Barito Unit IX, akan dikirim ke PT Pupuk Kaltim, di Banjarbaru, sebanyak 5 ton dari kebutuhan 10 ton per hari.

Kemudian serat rasau dan kajang yang berasal dari KPHL Gerbang Barito Unit IX, akan dikirim ke CV Indo Seagrees, di Yogyakarta, sebanyak 5 ton dari kebutuhan 50 ton per bulan.

“Sekitar 82 persen wilayah Kalteng adalah kawasan hutan, sehingga potensi kehutanan ini harus betul-betul bisa menjadi bagian pergerakan perekonomian masyarakat Kalteng,” ujar Gubernur seperti disampaikan Sekdaprov Kalteng Fahrizal Fitri pada Festival KPH, yang dirangkai dengan pengiriman perdana HHBK dari sejumlah KPH di Provinsi Kalteng di halaman KPH Center Kalteng.

Dengan perkembangan zaman dan industri log tidak lagi mendukung, maka beralih ke kegiatan lain baik HHBK maupun jasa lingkungan. Kawasan hutan dapat dikelola dengan bijaksana, sehingga menghasilkan produk yang bermanfaat, serta berkontribusi terhadap PAD dan pendapatan negara.

“Kita berharap ke depan, KPH-KPH, kawasan hutan yang ada di Kalteng ini, yang dikelola dalam kelompok-kelompok kecil, yang terbagi dalam kawasan pengelolaan hutan ini ke depan sebagian untuk menyejahterakan masyarakat Kalteng,” ujarnya.

Diharapkan, tidak terjadi konflik-konflik berkenaan dengan kawasan, karena nanti menjadi masalah sosial. Dengan pola bisnis yang bisa dikerjasamakan dengan masyarakat, diharap masyarakat tidak melakukan intervensi terhadap kawasan-kawasan hutan.

Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Sri Suwanto mengatakan, pengiriman perdana produk rotan itu sebanyak 3,3 ton, namun ke depan akan ditingkatkan menjadi 8 ton dan terus ditingkatkan lagi.

“Jadi kita terus-menerus lah, mudah-mudahan ini membatu masyarakat,” ujarnya.

Rotan dijual dengan harga Rp6.000 per kilogram. Dengan harga tersebut dinilai sudah memberikan keuntungan bagi masyarakat. Namun, ke depan diharapkan harganya lebih meningkat lagi. Untuk pengiriman perdana ini, rotan berasal dari daerah Kabupaten Katingan, namun ke depan pihaknya berharap bisa berasal dari seluruh Kalteng.

“Sedangkan untuk serbuk biomasa, permintaannya 10 ton per hari, namun kita masih ada keterbatasan peralatan, sehingga yang dikirim ini sesuai dengan kemampuan produksi, yaitu baru sekitar 2 ton per hari. Karena ini baru awal. Kita akan bertahap untuk meningkatkan peralatan dan produksinya,” jelas Sri Suwanto. dkw

iklan atas

Pos terkait

iklan atas