Penjualan Akar Bajakah Mulai Menurun

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Penjualan Bajakah, tanaman asli Kalimantan yang sempat viral sebagai obat tradisional penyembuh penyakit kanker, kini mulai menurun. Padahal tanaman ini sempat booming, dan hampir di semua pinggir jalan raya di Palangka Raya, dapat ditemukan penjual akar Bajakah. Kini para penjual mulai mengilang, hanya tersisa beberapa.

Murni, salah satu penjual tanaman obat tradisional khas dayak di Pasar Kahayan kota Palangka Raya, mengakui penjualan akar Bajakah tak lagi ramai seperti beberapa bulan lalu. Sebelumnya dalam sehari dapat menjual sekitar 10 hingga 12 kilogram, namun sekarang hanya 7 sampai 8 kilogram. “Jelas sekali menurun, yang saya dengar pengiriman ke luar daerah dibatasi. Mungkin salah satu faktornya itu, karena malah kebanyakan pesanan dari luar daerah,” ungakap Murni kepada Tabengan, Jumat (25/10).

Murni mengakui dengan adanya imbauan Gubernur agar tidak melakukan pengiriman dalam jumlah banyak, membuat masyarakat dari luar daerah datang langsung ke kota Palangka Raya untuk membeli akar bajakah. “Salain terbatas, banyak informasi bahwa tidak semua akar bajakah punya khasiat yang sama. Hal ini yang membuat mereka datang dan beli langsung, sehingga percaya bahwa yang ia beli adalah akar bajakah yang asli,” bebernya.

Saat ini lebih banyak masyarakat yang mencari Bajakah dalam bentuk yang telah dikemas sehingga lebih gampang membawanya. “Kalau yang cari batangnya sudah jarang sekali, jadi bajakah yang saya punya saya kemas jadi lebih praktis. Saya menjual sekitat Rp45 ribu per pcs, kalau beli banyak masih bisa kurang harganya. Kalau harga sih masih kurang lebih saja,” ujarnya.

Murni mengharapkan, adanya peraturan yang jelas terkait akar bajakah saat ini, sehingga dapat mengoptimalkan obat tradisional agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. “Yang jelas kami ingin yang terbaik untuk Kalteng. Penelitian terkait akar bajakah ini dapat segera selesai, sehingga ada peraturan yang pasti baik itu dari pengiriman dan pengambilannya agar tidak habis sumber yang kita punya,” katanya. sda

iklan atas

Pos terkait

iklan atas