Bursa Saham Dikendalikan Tensi Politik

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Setelah mengalami masa ketidakpastian politik akibat berbagai demo yang terjadi di Jakarta, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dalam penutupan hari Jumat (11/10) lalu, mampu menguat +1,3% ke level 6105. “Kondisi demo kemarin berpengaruh terhadap pergerakan saham gabungan, kondisi politik ini membuat para investor berpikir. Jadi, semua faktor kondisi nasional sangat punya pengaruh,” ucap BernantoPardosi, Branch Manager Phintraco Sekuritas kota Palangka Raya, Senin (14/10).

Diakuinya, kondisi bursa dunia juga mengalami kenaikan seiring tingkat kepercayaan pasar akan terjadinya kesepakatan rujuk mengenai perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China. “Dalam sepekan kemarin, volume transaksi perdagangan saham di pasar modal Indonesia sebanyak 73 miliar saham dan nilai transaksi saham sebesarRp 39 triliun,” jelasnya.

Sedangkan, indeks sektoral yang mengalami kenaikan dalam sepekan ini yaitu sector Mining (+2.91%) dan Sektor Property & Real Estate (+1.83%). Selain itu, sector yang mengalami penurunan selama sepekan ini yaitu sector Consumer Goods (-0.14%).

“Saham yang mengalami kenaikan tertinggi sepekan ini yaitu PT Gaya Abadi Sempurna tbk (SLIS) sebesar 339% menjadi Rp505/lembar, PT Trinitan Metals and Minerals tbk (PURE) sebesar 63% menjadiRp 490/lembardan PT Grand Kartechtbk (KRAH) sebesar 58% menjadiRp 1495/lembar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa saham yang mengalami penurunan tertinggi sepekan ini yaitu PT Optima Prima Metal Sinergitbk (OPMS) sebesar 35% menjadi Rp278/lembar, PT Solusi Tunas Pratamatbk (SMCB) sebesar 25% menjadi Rp3.210/lembar, dan PT Graha Layar Prima tbk (BLTZ) sebesar 25% menjadi Rp3.000/lembar. Bernanto mengungkapkan, dalam minggu ini perlu dicermati laporan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) mengenai ekspor dan impor serta neraca perdagangan Indonesia yang akan rilis pada 15 Oktober 2019.

“Jika dari hasil dari neraca perdagangan bagus maka akan membuat IHSG akan terus melaju di zona positif,” ujarnya. Sementara itu, investor perlu juga memahami kondisi geopolitik dalam negeri menjelang pelantikan Presiden Senin (20/10) mendatang, jika tidak ada bentrokan atau demo yang membuat investor resah maka akan jadi katalis positif juga buat IHSG.

“Selanjutnya pada 15 oktober 2019 akan ada perusahaan yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO) yaitu PT Itama Ranoraya tbk (IRRA) dengan harga Rp374/lembar dimana IRRA bergerak di bidang perdagangan dan distribusi alat kesehatan yang menargetkan dana sebesar Rp149,6 miliar dari IPO dengan melepas 400 juta saham,” bebernya.

Sebagai informasi IHSG berpotensi naik dalam minggu ini dengan range di 6022-6176. Saham yang dapat dicermati dalam minggu ini di antaranya BBTN (Bank Tabungan Negara (Persero)tbk), WSKT (Waskita Karya (Persero) tbk), UNVR (Unilever Indonesia tbk), TINS (Timas (Persero) tbk), dan WEGE ( Wijaya Karya Bangungan Gedung tbk). sda

Pos terkait