BI Kalteng Gelar Diseminasi Pembangunan Ekonomi

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar diskusi bertajuk diseminasi laporan perekonomian “Pembangunan Ekonomi Melalui Industri”, di Swisbeell Hotel Danum kota Palangka Raya, Kamis (10/10). Kegiatan ini dihadiri Deputi KPwBI Kalteng Setian, Kabid PPA Ditjen Perbendaharaan Kalteng Dedy Sumantri, Assisten II Sekda Kalteng Nurul Edy, para pengusaha industri serta perbankan di kota Palangka Raya.

“Pada triwulan II ini ekonomi Kalteng didorong oleh sektor peningkatan produksi dan eskpor batu bara. Kinerja sektor pertambangan ini tercatat meningkat sebesar 16,11 persen year on year (yoy) dibandingkan pada tahun sebelumnya hanya 6,31 persen,” ungkap Deputi KPwBI Kalteng, Setian, saat di wawancarai media. Menurutnya, konsumsi rumah tangga pun ikut andil dalam pertumbuhan ekonomi Kalteng, dikarenakan tingginya konsumsi pada saat bulan puasa serta hari raya Idul Fitri yang lalu.

Bacaan Lainnya

“Pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan sebesar 7,67 persen dibandingkan pada triwulan I hanya sebesar 6,03 persen. Ini masih lambat walapun perbaikan ekonomi cukup baik,” ujarnya. Setian mengungkapkan, pada triwulan III diperkirakan pertumbuhan pertambangan tidak sekuat pada triwulan II. Konsumi rumah tangga pun akan turun dibandingkan sebelumnya. “Konsumsi rumah tangga mengalami penurunan karena sudah tidak ada lagi hari keagamaan serta kondisi dari sektor pertambangan tergantung kondisi global. Selain itu, konsumsi pemerintah akan lebih besar pada masa akhir tahun, tapi melihat pada beberapa bulan terakhir Kalteng terdampak kabut asap sehingga akan lemah juga. Jadi kami menilai pada triwulan III ini akan melambat,” ucapnya.

Setian mengakui, Kalteng membutuhkan alternatif sektor lain yang mampu mengangkat perekonomian, tidak hanya bergantung pada hasil produksi sumber daya alam. “Bila sektor utama kalteng merosot, otomatis pertumbuhan akan berdampak sekali. Maka dari itu BI memberikan altenatif ekonomi yang baru, triwulan yang lalu kami mengusulkan sektor pariwisata, UMKM serta ekonomi syariah. Pada saat ini kami ingin lebih spesifik yakni sektor industri pengolahan,” katanya.

Sektor indutri Kalteng terutama CPO merupakan penyumbang terbesar ekspor Kalteng. Kondisi ini bisa melebarkan pangsa pasa baru seperti di Afrika maupun Asia Timur. “Jadi tidak hanya kita ekspor hasil kita, namun hasilnya bisa kita pakai sendiri. Potensi sangat luar biasa saat ini pemanfaatan biodiesel sehingga dapat menurunkan impor minyak dan berdampak juga terhadap penghematan devisa, yang tentunya perlu hilirisasi produk CPO. Di antaranya pembangunan pabrik dan lainnya,” katanya. sda

Pos terkait