Kesehatan dan Pendidikan Harus Diprioritas

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kesehatan menjadi salah satu sektor penting, dalam menunjang pembangunan daerah. Lini itu tentunya memerlukan dukungan dari berbagai elemen yang ada di dalamnya. Misalnya saja sarana prasarana, serta Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Satu saja dari sejumlah poin itu kurang terpenuhi, mungkin pelaksanaanya belum berjalan optimal.

Seperti hasil dari pantauan, keluhan, dan aspirasi yang ditujukan kepada jajaran legislator. Menurut Legislator dari PDI-P Ina Prayawati, dirinya memang kerap menerima beberapa usulan dan keinginan warga. Tentunya terkait lini kesehatan di daerah.

Bacaan Lainnya

“Terkadang ada yang keluhan Tenaga medis minim, dan memerlukan tambahan rekrutmen,” ujarnya kepada awak media, belum lama ini. Di beberapa daerah, ada sejumlah persoalan yang harus disoroti. Dijelaskannya, seperti beberapa wilayah yang memiliki Puskesmas. Sayangnya tidak didukung dengan adanya perumahan dokter.

Akibatnya, tidak ada dokter yang menetap di sejumlah desa. Hal ini menjadi problema tersendiri, bagi masyarakat. Wanita murah senyum itu mengatakan, ironisnya sarana untuk bidan dan perawat juga kurang maksimal. Akibatnya, sektor kesehatan, menjadi tidak optimal. Masyarakat jelas terkendala, ketika harus memerlukan pengobatan cepat.

Terkait itu dirinya berharap, pemerintah daerah atau provinsi, wajib memperhatikan masalah tersebut. Selain itu, bidang pendidikan juga tidak kalah pentingnya. Salah satu problema yang menarik perhatian, adalah kurangnya tenaga pendidik. Salah satunya adalah, terkadang tidak adanya guru-guru mata pelajaran agama.

Disebutkannya pelajaran agama, merupakan salah satu unsur yang penting. Selain meningkatkan kekuatan iman, juga sebagai pencegah generasi muda, untuk melakukan hal-hal negatif. Terkait itu, dirinya memberikan saran, yang bermanfaat bagi moral.

Diharapkan agar adanya peningkatan, pendidikan pancasila bagi para siswa. Dengan begitu, anak-anak disana, memiliki landasan yang kuat, dalam memegang teguh kebangsaan Indonesia. Tentunya menghindari adanya pengaruh-pengaruh asing, yang menyesatkan. drn

Pos terkait