Sungai Mentajai Diduga Tercemar

  • Whatsapp

NANGA BULIK/tabengan.com – Air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentajai tepatnya di sekitar Desa Sumber Jaya, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau diduga tercemar akibat aktivitas perusahaan. Itu terlihat dari semakin keruhnya air, ditambah lagi puluhan ekor ikan mati.

“Kami kaget ketika mengetahui air sungai (Mentajai) kondisinya akhir-akhir ini sangat keruh pekat, bahkan kehitam-hitaman. Padahal, sungai ini menjadi salah satu sumber mata air yang dikonsumsi warga desa kami selama ini,” kata Anggota BPD Desa Sumber Jaya, Hadi Suwito, Rabu (18/9).

Bacaan Lainnya

Dia mengaku selama ini tidak pernah melihat air di DAS Mentajai keruh. Justru, aliran air Sungai Mentajai yang tak pernah surut, meski di musim kemarau panjang itu biasanya sangat jernih dan dapat dikonsumsi warga.

“Kalau sekarang kondisi airnya keruh begini, masa kami harus konsumsi air keruh. Jangankan kami, ikan-ikan saja pada mati, mungkin selain keruh juga air ini mengandung racun,” ujar Hadi sambil menunjuk puluhan ikan sungai yang kondisinya mati mengapung.

Hal yang sama juga disampaikan warga desa lainnya, Suprapto. Dia berharap pencemaran Sungai Mentajai itu segera dapat diketahui penyebabnya. Mereka juga meminta pihak perusahaan setempat segera memberi penjelasan atas fenomena yang terjadi, mengingat hulu Sungai Mentajai melintasi area lahan yang dikelola perusahaan untuk melakukan aktivitas okupasi.

“Bukan kita menuduh, kita ingin cari penyebab dan solusinya. Kami harap pihak perusahaan dapat memberi penjelasan. Apalagi kondisi saat ini air sungai kita duga tercemar, bahkan beracun. Karena ikan-ikan yang ada di sungai juga pada mati,” jelas Suprapto yang juga mantan Kades Sumber Jaya itu.

Suprapto mengatakan tercemarnya air Sungai Mentajai saat ini cukup membuat masyarakat desa merasa resah. Selain resah karena diduga tercemar limbah, masyarakat juga resah karena salah satu sumber mata air di desanya itu tak lagi bisa andalkan di musim kemarau panjang ini.

“Kami melalui Pemdes (pemerintah desa) juga akan melaporkan kondisi ini kepada dinas terkait, seraya meminta agar air Sungai Mentajai ini segera diperiksa, sehingga dapat kita ketahui apakah air sungai mengandung zat berbahaya atau tidak, termasuk aman untuk dikonsumsi atau tidak,” ucapnya. c-kar

Pos terkait