Polda Segel Lahan PT PGK

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Rangkaian proses penyidikan terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah korporasi masih dilakukan. Pada Kamis (19/9) pagi, Ditreskrimsus Polda Kalteng melalui Subdit Tipidter melakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan di lahan terbakar milik PT Palmindo Gemilang Kencana (PGK) Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Kameloh, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya.

Pemeriksaan dipimpin Irwasda Kombes Pol Benone Jesaja Louhenapesy didampingi Wadir Reskrimsus AKBP Teguh Widodo dan Kasubdit Tipidter AKBP Manang Soebekti. Hadir sebagai saksi ahli yang didatangkan Polda Kalteng, Prof Bambang Heru Raharjo dan Doktor Basuki Wasis dari Ditjen Gakkum KLHK.

Bacaan Lainnya

“Kita mendatangi 1 dari 15 korporasi yang lahan konsesinya terindikasi terbakar. Dari 15 itu, salah satunya adalah PT PGK,” ucap Irwasda usai pengambilan sampel.

Dikatakan, penyidik dalam perkara ini melakukan olah TKP dan mengambil sampel yang nantinya secara laboratoris didalami.

“Proses penyidikan kita ada 200 hektare lahan dari 1.250 hektare lahan izin dari PT PGK. Rencananya lahan akan dijadikan perkebunan sawit,” katanya.

Terkait dilakukannya penyidikan di lahan PT PGK, Polda Kalteng belum memberikan arahan terhadap penghentian aktivitas perusahaan.

“Belum sampai ke sana, masih dalam proses penyidikan,” imbuhnya.

Senada, Kasubdit Tipidter AKBP Manang Soebekti menambahkan sebelum penetapan tersangka dilakukan beberapa tahapan. Mulai dari pengumpulan barang bukti, hingga kini penyidikan di PT PGK sudah berjalan satu bulan.

“Ini tahapan paling penting dengan mendatangkan saksi ahli yang nantinya didukung teknologi,” tambahnya.

Dilanjutkan, usai hasil sampel keluar, maka penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka, baik pengusaha atau korporasi. Kemudian apakah pembakaran yang disengaja atau lalai, perusahaan akan diminta tanggung jawab akan hal itu.

“Perusahaan akan diminta tanggung jawab terkait kerusakan lingkungan di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kebun, Agus, mengungkapkan Karhutla di lahan PT PGK terjadi pada Agustus 2019. Rembetan api berawal dari lahan sebelah. Perusahaan pun sempat meminta bantuan water bombing untuk memadamkan api.

“Kegiatan perusahaan kita sekarang pembibitan. Di lapangan kita hentikan sampai proses selesai,” ungkapnya. fwa

Pos terkait