RSJ Kalawa Atei Edukasi Mental Pelajar

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Gangguan jiwa tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Potensi itu juga ada di usia muda khususnya remaja. Supaya para generasi muda memahami ilmu pengetahuan dan tindak lanjutnya, jajaran Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei memberikan edukasi terkait kesehatan mental lingkup pelajar di Palangka Raya.

Direktur RSJ Kalawa Atei Suyuti Samsul menyebut banyak faktor yang menyebabkan munculnya gangguan kejiwaan. Jangan menganggap kalau usia muda itu energik dan tidak berpotensi mengalami gangguan jiwa. Justru di masa-masa belia, anak-anak remaja sangat rentan mengalami kondisi kesehatan mental yang menurun.

“Faktor jiwa yang labil dan mudah dipengaruhi oleh persoalan apapun melatarbelakangi adanya potensi tersebut di usia muda,” ujarnya dalam Seminar Awam Kesehatan Mental Remaja yang digelar di Hotel Aquarius Palangka Raya, Rabu (4/9).

Di hadapan para pelajar dari beberapa sekolah di Palangka Raya, Suyuti memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan edukasi kesehatan mental. Menurutnya, disebut gangguan jiwa bukan berarti seseorang itu dianggap gila (gangguan jiwa berat).

Dia mencontohkan masalah insomnia atau susah tidur, bahkan soal munculnya maag berminggu-minggu, bisa dikatakan gangguan terhadap kejiwaan. Kondisi itu jelas berkaitan dengan psikologis dan mental seseorang.

Salahnya di Indonesia, lanjut dia, penyakit kejiwaan mendapat stigma negatif dari masyarakat. Akibatnya, begitu dicap memiliki masalah mental dan mesti berkonsultasi atau berobat ke RS Jiwa, pasien yang disarankan pasti akan merasa malu.

“Literasi untuk sakit kejiwaan di Indonesia masih sangat rendah. Jadi wajar saja ada anggapan orang gangguan mental itu sering dikatakan gila. Padahal tidak seperti itu,” ucap pria murah senyum tersebut.

Suyuti mengajak para remaja agar lebih mengenal istilah, gejala hingga berbagai macam persoalan kejiwaan. Intinya, persepsi sakit di mata publik, sering kali hanya diartikan satu pemahaman. Berbeda dengan orang di luar negeri, yang mengategorikan kata sakit dalam 3 artian.

“Ada desease yaitu orang yang terkena penyakit, illnes untuk sebutan penyakit mental, dan sickness sebutan bagi mereka yang tidak merasa sakit, namun terlihat memiliki gangguan kesehatan (baik mental ataupun lainnya),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar dr. Febriana mengatakan sedikitnya ada 108 siswa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Rinciannya 42 siswa dari SMP, 42 siswa dari SMA, dan 24 orang guru pendamping. drn

Pos terkait