Jalan Kurun-Palangka Raya Diharapkan Segera Rampung

  • Whatsapp

KUALA KURUN/tabengan.com – Perbaikan ruas jalan yang menghubungkan Palangka Raya Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menuju Kuala Kurun Ibu Kota Kabupaten Gunung Mas (Gumas), sampai saat ini belum rampung.

Kondisi ini meresahkan warga pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut. Salah satunya Herry Aprisanjaya yang merupakan warga Kota Kuala Kurun misalnya. Dia mengaku sangat tidak nyaman dengan kondisi ruas jalan yang banyak bebatuan itu.

“Kita sebagai pengguna jalan merasa tidak nyaman melewati ruas jalan tersebut, terutama kami pengguna roda dua. Seperti di daerah Desa Petak Bahandang, bila dari arah Kota Kuala Kurun menuju Kota Palangka Raya. Masih ada ruas jalan yang belum selesai pengerjaannya, karena banyak batu koral yang bisa saja mencelakai pengguna jalan,” kata Herry kepada Tabengan, Selasa (4/9).

Dia mengaku, untuk menghindari ruas jalan itu bila perjalanan ke arah Kota Palangka Raya, lebih baik melewati ruas jalan alternatif, yakni dari Kota Kuala Kurun menuju Desa Tumbang Hakau.

Meski harus menggunakan kapal fery penyeberangan terlebih dahulu sebelum kembali ke jalan utama. Namun menurutnya jalur tersebut sedikit lebih aman karena tidak berbatu.

“Kami biasanya mengambil jalan alternatif apa bila ada perjalanan ke Kota Palangka Raya seperti melalui jalur ke Desa Tumbang Hakau. Walaupun harus kembali menyeberang melalui fery penyeberangan, kami rasa lebih nyaman,” ungkapnya.

Dia berharap instansi terkait ataupun dinas-dinas yang menangani untuk dapat segera merampungkan pengerjaan perbaikan jalan. Sehingga setiap warga tidak lagi melalui jalur alternatif.

“Kami berharap perbaikan ruas jalan utama ini secepatnya diselesaikan. Mengingat aktivitas warga cukup tinggi dan melewati atau menggukan jalur tersebut,” tuturnya.

Sedangkan Zorro, warga lainnya menambahkan sudah sekitar lima bulan terakhir, tidak lagi melalui jalur utama. Dia juga berharap dengan perbaikan jalan lebih cepat, maka tingkat bahaya bagi pengguna jalan tidak terlalu beresiko tinggi.

“Sudah dari lima bulan yang lalu saya tidak melewati jalan utama karena saya rasa cukup berbahaya. Dari pada ambil resiko, lebih baik mengambil jalur yang aman,” tukasnya. c-mgi

Pos terkait