Aktivitas PETI Resahkan Warga Tumbang Kalamei

  • Whatsapp

KASONGAN/tabengan.com – Sudah beberapa bulan belakangan ini aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) marak terjadi di Desa Tumbang Kalamei RT 01 Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Meski sudah pernah dibubarkan aparat kepolisian setempat, namun kini mereka mulai beroperasi lagi.

Aktivitas penambangan ilegal ini dilakukan oleh R dkk yang berasal dari Desa Samba Danum, dan diduga dilindungi oleh oknum aparat.

Warga setempat resah karena ulah penambang illegal ini berada di daerah pemukiman mereka. Akibatnya, jalan desa yang dananya berasal dari dana desa (DD) terancam rusak. Karena parit jalan sudah mulai jebol akibat sedotan mesin penambang emas illegal tersebut.

Sedan Karamo selaku Ketua TKPD Dana Desa tahun 2017, membenarkan adanya kerusakan tersebut. Menurutnya, aktivitas illegal ini sudah merusak jalan desa program 2017. Yaitu parit jalan sudah mulai jebol dan sebagian sudah hilang karena disedot. Begitu juga sejumlah fasilitas milik warga ikut terkena dampak penambangan ilegal tersebut. Aktivitas PETI ini sudah berlangsung sejak Desember 2018.

Pihaknya juga sangat menyesalkan kurang tanggapnya aparat kepolisian setempat, padahal sudah mendapat laporan dari warga. Namun belum ada tindakan tegas terhadap PETI tersebut sebagaimana aturan hukum yang berlaku.

Lidau warga setempat yang rumahnya hanya berjarak sekitar 15 meter dengan aktivitas PETI tersebut mengaku sangat dirugikan. Karena selain sarana air bersih miliknya rusak tidak bisa dipakai akibat limbah PETI, septic tank juga buntu. Kemudian, akibat kerasnya getaran dari mesin penyedot tambang emas tersebut, maka rumah burung wallet miliknya gagal panen. Pasalnya, burung waletnya meninggalkan sarang akibat dampak dari suara bising mesin penyedot tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Katingan Tengah Iptu Eko Priono mengatakan untuk kegiatan PETI yang terjadi di Desa Tumbang Kalamei tersebut, sudah ditindaklanjuti pihaknya. Yaitu dengan melakukan sosialisasi dan membubarkan aktivitas PETI tersebut.

Terkait masih beroperasinya lagi para penambang ilegal ini, Kapolsek berjanji akan menindaklanjutinya. “ Baik mas kita tindak lanjuti,” kata Kapolsek melalui pesan whatsapp kepada Tabengan, Senin (26/8).gie

Pos terkait