Dokter Pantau Kejiwaan Kakek Slamet

  • Whatsapp

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Dokter spesialis kejiwaan RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Kumpai Batu Atas, terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kejiwaan Kakek Slamet (57) warga Jalan Ahmad Dahlan RT 05 Desa Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan.

Sebelumnya Slamet sempat membuat tim gabungan SAR kewalahan saat akan melakukan evakuasi saat nekat masuk dalam sumur dengan kedalaman 17 meter pada Sabtu (20/7).

Bacaan Lainnya

Setelah Tim SAE berhasil mengevakuasi Slamet dari dalam sumur, Minggu (21/7) dini hari, Slamet pun langsung diperiksa kesehatannya. Pasalnya selama 12 jam, Slamet berada dalam sumur yang sempit.

Setelah kejadian itu, Minggu (21/7) tepatnya pada pukul 13.40 WIB, Slamet bertingkah aneh dengan naik ke atas atap rumah. Namun pihak keluarga berhasil membujuknya untuk turun dan memutuskan membawa Slamet ke RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun.

Direktur RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun dr Fahrudin membenarkan bahwa Slamet sempat dirawat di UGD dan ditangani dokter spesialis kejiwaan.

“Saya mendapat laporan bahwa pasien yang bernama Slamet dari Desa Kumpai Batu Atas sempat dirawat di UGD dan hanya berobat jalan. Menurut dokter spesialis kejiwaan dr Novar bahwa Slamet ada gangguan kejiwaan, kemarin sudah diobati, untuk tindaklanjutnya kami dan puskesmas terus komunikasi untuk memantaunya,” kata Fahrudin, Senin (22/7).

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kumpai Batu Atas, Sugasar mengatakan saat ini kondisi Slamet mulai tenang, setelah mendapat pengobatan dari dokter spesialis kejiwaan.

“Kami telah membentuk tim untuk melakukan pengawasan terhadap Slamet. Saat ini Slamet sudah bisa tidur dan tetap mengonsumsi obat jiwa dari dokter spesialis kejiwaan. Kemarin atas arahan dokter spesialis kejiwaan bahwa Slamet bisa dibawa pulang, mengingat tidak ada ruangan untuk merawatnya,” kata Sugasar.

Sugasar juga menjelaskan gangguan kejiwaan Slamet kemungkinan ada garis keturunan. Namun demikian, dokter spesialis kejiwaan masih terus melakukan pemantauan karena ini serangannya baru pertama kali.

“Waktu di rumah sakit saat dilakukan pemeriksaan justru sakit lambung Slamet itu sudah membaik, tetapi yang perlu mendapatkan perhatian serius gangguan kejiwaannya. Untuk itu, kami dari Puskesmas secara rutin datang ke rumah Slamet untuk memantau kondisi kejiwaannya,” kata Sugasar.

Bahkan, kata Sugasar, Slamet itu tidak memiliki penyakit pikun. Hal itu terbukti pada saat berada dalam sumur, dia sadar bahwa kedalaman air mencapai 4-5 meter, tapi dia tidak mencemplungkan dirinya ke dalam air, kedua kakinya menginjak pada lubang kanan kiri dalam sumur itu. Jadi yang diderita Slamet hanya gangguan kejiwaan, itu pun masih dilakukan observasi oleh dokter spesialis kejiwaan. c-uli

Pos terkait