Selama 2019, 141 Hektar Lebih Lahan Terbakar

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Cuaca panas yang melanda Kalimantan Tengah (Kalteng), selama beberapa bulan terakhir, akibatnya memicu munculnya kebakaran hutan dan lahan. Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, total titik api atau hot spot di Kalteng mencapai 266. Selama 24 jam terakhir, peningkatan jumlah hot spot mencapai 15 buah.

Kepala Sub Bidang Fasilitasi Penyelamatan dan Bantuan Bencana BPBPK Kalteng sekaligus Manager Pusdalops Vivien Rose Engely SE MPd, menjelaskan, 2019 data kebakaran berdasarkan hot spot Terra, Aqua dan SNNP Kalteng jumlah terbesar di Kabupaten Kapuas dengan 48 titik api. Ada Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 40 titik api.

Bacaan Lainnya

“Hasil data yang berhasil dihimpun itu, total hot spot mencapai 266, dengan luasan wilayah mencapai 141 hektar lebih lahan yang terbakar. Tim bersama dengan pemerintah setempat, dan lembaga terkait segera melakukan aksi pemadaman, saat diketahui ada titik api, ataupun kebakaran. Selama 2019, meskipun jumlah hot spot di Kabupaten Kapuas tinggi, namun lahan yang terbakar cukup sedikit sekitar 0,06 hektar,” kata Vivien, Rabu (10/7) di Palangka Raya.

Dia lanjutkan, justru, Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi penyumbang lahan dengan luasan terbakar cukup besar. Tercatat, luasan kebakaran di Palangka Raya mencapai 50 hektar lebih. Sementara di Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai 32 hektar lebih. Kabupaten Barito Utara dengan jumlah hot spot mencapai 10, menyebabkan kebakaran lahan mencapai 15 hektar lebih.

Di Kabupaten Barito Utara, kata dia lagi, jumlah hot spot mencapai 20 mampu menyebabkan kebakaran seluas 11 hektar lebih. Di Kabupaten Pulang Pisau hot spot mampu menyebabkan kebakaran seluas 13 hektar. Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau, meskipun ada titik api, namun tidak ada data luasan yang terbakar. Artinya, kesigapan pemerintah setempat dalam mengamankan, membuat hot spot tidak sempat menyebabkan kebakaran.

Kualitas udara di seluruh AQMS/sistem monitoring kualitas udara di Kalteng menunjukkan Kategori dengan indikator baik dimana antara 0 sampai 50 indikator udara masuk dalam kategori baik. BMKG Palangka Raya menunjukan ISPU pada angka 27, sementara KLHK Palangka Raya menunjukan angka 26, BMKG-SMT Kabupaten Kotawaringin Timur dan BMKG Muara Teweh menunjukan angka ISPU pada angka 6, dan terakhir BMKG Kabupaten Kotawaringin Barat menunjukan ISPU pada angka 7.ded

Pos terkait