Undip Bantu Restorasi Sungai di Samarinda

  • Whatsapp

Samarinda/TABENGAN.COM – Universitas Diponegoro (Undip), sebuah universitas negeri di Semarang, Jawa Tengah, dalam dua hari ini (3-4/6) membantu komunitas pecinta sungai di Kota Samarinda untuk melakukan restorasi Sungai Karang Mumus Samarinda, Kalimantan Timur.

“Kemarin hingga hari ini, GMSS-SKM Samarinda bersama dosen dan mahasiswa Undip Program Studi Magister Manajemen Sumber Daya Pantai belajar merestorasi sungai di Samarinda dan pantai di Muara Badak,” ujar Ketua Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) Misman di Samarinda, Kamis.

Bacaan Lainnya

Sejumlah kegiatan yang dilakukan dalam upaya melakukan restorasi sungai antara lain merawat pohon yang sudah ditanam di jalur hijau Sungai Karang Mumus (SKM) sejak beberapa tahun sebelumnya, kemudian menyulam pohon mati yang beberapa bulan sebelumnya telah ditanam oleh warga yang peduli terhadap bantaran SKM.

Tim dari Undip tersebut juga melakukan penanaman pohon baru di daerah aliran sungai (DAS) Karang Mumus yang belum memiliki penghijauan, sehingga setelah pohon tersebut besar, diharapkan akarnya bisa menahan erosi bibir sungai, menyerap racun secara alami, menjadi peneduh, dan berbagai fungsi lain.

Kegiatan oleh Mahasiswa Pascasarjana FPIK Undip yang berjumlah 25 orang tersebut dipusatkan di Muang, lokasi Sekolah Sungai yang berada dalam binaan GMSS-SKM. Di lokasi itu, mereka juga berdiskusi dengan Misman dan anggota GMSS-SKM tentang berbagai hal terkait restorasi sungai.

“Banyak hal yang kami diskusikan dengan mereka, seperti ekosistem sungai, DAS, perilaku masyarakat terhadap sungai dan bagaimana upaya menyadarkannya. Tentang sampah dan pengelolaannya, penghijauan di garis sempadan, bahkan hingga pesisir pantai dan ekologinya,” sambung Fitriani Sinaga, anggota GMSS-SKM Samarinda.

Hal lain yang didiskusikan adalah terkait regulasi atau kebijakan pemerintah soal pembangunan yang tidak ramah sungai, kemudian mengenai alih fungsi lahan terutama rawa yang masih dianggap sebagai lahan tidak produktif sehingga rawa diuruk, padahal peran dan fungsi rawa sangat besar dan vital sebagai kawasan resapan air.

Fitri juga mengatakan, kunjungan dan belajar ekosistem sungai oleh 25 mahasiswa tersebut didampingi oleh Dr. Ir. Khairuddin M.Si, selaku Ketua Departemen Sumber Daya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip.

Pos terkait