Polri Ungkap Peran Kivlan Zen

  • Whatsapp

JAKARTA/tabengan.com – Polri mengungkap peran Kivlan Zen, tersangka dugaan makar dan kepemilikan senjata api. Kivlan Zen disebut memesan senjata api, memberikan target pembunuhan, sekaligus memberikan duit operasional.

“Dari keenam tersangka yang kami amankan ini dan kami lakukan pemeriksaan, kami tetapkan tersangka KZ dan HM,” ujar Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).

Bacaan Lainnya

Berikut ini peran Kivlan Zen yang dibeberkan Polri: Kivlan Zen diduga berperan memberikan perintah kepada tersangka HK alias I dan tersangka AZ untuk mencari eksekutor pembunuhan. Kivlan Zen memberikan uang sebesar Rp150 juta ke HK alias I untuk membeli beberapa pucuk senjata api.

“Setelah mendapat empat senjata api pun, berdasarkan fakta yang kami dapatkan, tersangka KZ masih menyuruh tersangka HK mencari satu lagi senpi panjang lainnya karena senpi yang didapatkan dianggap belum memenuhi standar yang diberikan,” kata Ade Ary.

Kivlan Zen diduga memberikan target pembunuhan yang 4 tokoh, termasuk pimpinan lembaga survei Charta Politika. Kivlan Zen diduga memberikan uang Rp5 juta kepada tersangka IR untuk melakukan pengintaian kepada target, khususnya target pimpinan lembaga survei.

“Dari tangan KZ, kami sita sebuah handphone yang dipakai berkomunikasi antara tersangka KZ dan dengan tersangka lainnya,” sambung Ade Ary.

Ada Mastermind
Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohamad Iqbal menyebut ada perencanaan matang di balik kerusuhan di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan wilayah lainnya di Jakarta, pada 21 dan 22 Mei 2019.

Iqbal bahkan menyebut ada dalang yang memobilisasi massa ke sejumlah titik kerusuhan itu. “Sudah ada perencanaan matang, ada mastermind untuk memobilisasi massa dan dimasukkanlah ke beberapa titik [kerusuhan],” kata Iqbal saat menyampaikan keterangan pers di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut dia, keberadaan mastermind ini dipastikan berdasarkan perbedaan massa yang melakukan demonstrasi damai di depan Gedung Bawaslu dengan massa yang merusuh di sejumlah titik. Massa-massa perusuh itu, kata dia, juga menyerang anggota Polri, merusak sejumlah fasilitas polisi dan fasilitas publik.

“Padahal massa yang ada di Bawaslu itu beda, ini massa yang lain (rusuh) yang beda,” katanya. “Massa perusuh dan massa yang menyerang petugas ini sudah ada niat yah, bukan hanya untuk memprovokasi, tapi untuk melukai, bahkan untuk hilangkan nyawa petugas,” ia menambahkan. d-com/cnn

Pos terkait