BNI Siapkan Rp30 Miliar Uang Lebaran

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk Kalimantan Tengah menyiapkan kebutuhan uang tunai untuk nasabah selama Lebaran 2019 sebesar Rp30 miliar. Hal ini dilakukan karena diprediksi nilai transaksi akan meningkat signifikan.

“Terutama puasa sampai Lebaran alokasi anggaran kita naikkan sampai 100 persen dibandingkan hari normal biasa. Kami persiapkan untuk menghadapi libur Lebaran tahun ini sebesar Rp30 miliar,” ucap Pemimpin Bidang Layanan PT BNI Cabang Utama Palangka Raya Achmad Saladin saat ditemui Tabengan, Selasa (28/5).

Dia mengatakan BNI sendiri bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Kalteng dalam memenuhi kebutuhan uang tunai berbagai pecahan. Beberapa saat lalu BI bersama perbankan di Kota Palangka Raya mengadakan kas keliling.

“Kas keliling ini adalah bentuk kerja sama kami untuk memenuhi kebutuhan pertukaran uang tunai untuk masyarakat. Kami bertempat di Kantor Pos, kemudian Kantor Gubernur yang berakhir pada tanggal 24 Mei lalu,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menerima layanan pertukaran baru di masing-masing cabang BNI dari berbagai denom mulai dari Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000 dan Rp100.000.

“Jadi kami juga menyiapkan layanan ini tidak hanya melakukan kas keliling beberapa saat yang lalu. Hal ini yang kami siapkan dari bulan Ramadan hingga Lebaran nanti,” ungkapnya.

Diakuinya, pada tahun lalu nilai transaksi empat hari menjelang Lebaran mencapai dua kali lipat. Maka dari itu, prediksi nilai transaksi tahun ini akan lebih meningkat dibandingkan sebelumnya.

“Dengan libur yang sangat panjang sekitar seminggu hal ini yang membuat kami yakin nilai transaksi akan meningkat signifikan. Hal ini dikarenakan masyarakat sebelumnya akan melakukan penukaran uang yang puncaknya dalam pekan ini,” bebernya.

Lebih lanjut Saladin menyampaikan, selama libur Lebaran operasional BNI akan tetap berjalan. Outlet-outlet akan tidak beroperasi hanya pada 5 Juni 2019.

“Biasanya bank-bank pada tutup, namun BNI tetap melakukan operasional terbatas. Di mana jam operasional dan jenis transaksi yang dibatasi, hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nasabah,” kata Saladin. sda

Pos terkait