Idham Amur Diteror Surat Kaleng

  • Whatsapp

PULANG PISAU/tabengan.com – Mantan calon Bupati Pulang Pisau periode 2018 – 2023, H. Idham Amur mengaku mendapat teror surat kaleng. Surat kaleng tersebut diduga dilempar oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor di masjid depan rumah H. Idham Amur Jalan Panunjung Tarung, Pulang Pisau, dan ditemukan pada Jumat (17/5) pagi.

“Terkait selebaran yang saya dapatkan ini bunyinya cukup jelas, bahwa ini suatu pencemaran nama baik,” kata H Idham sapaan akrab suami dari Hj. Rusita Irma, kepada sejumlah awak media di kediamannya, kemarin.

Bacaan Lainnya

Dia juga menjelaskan dari kata-kata dalam selebaran tersebut dengan jelas menyebutkan tulisan caleg nomor 3 dari DPRD Provinsi Kalteng dari PKB nama Rusita Irma dan suaminya dan pembohong.

“Secara tidak langsung itu saya, dan ini jelas fitnah. Terkait selebaran itu saya akan melaporkan ke Polres Pulang Pisau. Karena ini hoaks, tentunya ini sangat merugikan bagi saya, apalagi saya menjabat Ketua DPC PKB Kabupaten Pulang Pisau,” jelas H. Idham.

Adapun isi surat kaleng tersebut, meminta agar istri H. Idham, yakni Hj. Rusita Irma mundur. “Karena nama kamu Rusita Irma caleg nomor 3 untuk DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari PKB sudah terbukti ada penggelembungan dan di tiap-tiap TPS, per TPS 20 suara berikut kamu juga ada membagi uang dan kami masyarakat Pulang Pisau siap bersaksi karena suami kamu juga pembohong karena mau jadi Bupati Pulang Pisau kalau kamu tidak mundur maka kami akan menuntut kamu, Mundur Mundur,” ujar H. Idham membacakan isi surat kaleng itu.

Hj. Rusita Irma yang merupakan Caleg Nomor 3 DPRD Provinsi Kalteng, mengaku, adanya selebaran itu sangat merugikan dirinya. Apalagi tuduhan dalam selebaran itu sangat tidak mendasar mengenai adanya penggelembungan suara di tiap-tiap TPS, dan per TPS 20 suara.

“Tidak masuk akal tudingan itu. Coba kita hitung, TPS di Pulang Pisau dan Kapuas itu ada lebih dari 1.000 TPS, jika dikali 20, maka jumlahnya lebih dari 10 ribu suara. Sementara, suara yang saya dapatkan hanya sekitar 3.000 suara. Ini jelas hoaks dan merugikan saya,” tegasnya.

Terkait teror tersebut, pada Jumat pukul 15.00 WIB, H. Idham secara resmi melapor ke Polres setempat. c-mye

Pos terkait