2 Mahasiswa Tewas Tenggak Miras Oplosan

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepolisian Resor Palangka Raya dan Kepolisian Sektor Pahandut kini mendalami kasus tewasnya 2 mahasiswa yang diduga keracunan akibat mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan, Senin (11/3) malam.

Kedua korban, Alexandro (21) dan Hendra Kurniansyah (22), tewas setelah sebelumnya mengeluh sakit perut hingga akhirnya meninggal dunia. Kedua mahasiswa ini merupakan warga Kabupaten Pulang Pisau. Hendra beralamat di Desa Pangkoh Hilir, Kecamatan Pandih Batu. Sedangkan Alexandro beralamat di Pangkoh III B Kiri, Kecamatan Pandih Batu.

Bacaan Lainnya

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar melalui Kanit Reskrim Polsek Pahandut Ipda Rahis Fadilah mengatakan dari informasi yang berhasil didapat, diketahui kejadian bermula saat kedua korban bersama rekannya, Hendri dan Damai, kumpul di kamar kos yang ditempati Alexandro di Jalan Menteng XXII, tepatnya Barak Deni Nomor 5, Sabtu (9/3) malam.

Diduga kuat, keempatnya tengah mengonsumsi miras yang dicampur dengan Kuku Bima. Kemudian pada Senin (11/3) pagi, Damai bersama Hendra Kurniansyah pulang ke Pulang Pisau. Sesampainya di Desa Gohong, Kabupaten Pulang Pisau, Hendra mengeluh sakit di bagian perut, sehingga keduanya terpaksa berhenti di sebuah warung. Tak berapa lama, mulut Hendra mengeluarkan busa hingga akhirnya meninggal dunia.

“Untuk korban Alexandro sempat mengalami hal yang sama dan pergi ke RSUD Doris Sylvanus. Namun karena menolak untuk dirawat inap, korban pun pergi ke Rumah Sakit Bunda. Namun di sana, kembali dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus hingga akhirnya meninggal dunia pada malam harinya,” ucap Rahis, Selasa (13/3) sore.

Atas kejadian tersebut, kepolisian telah melakukan olah TKP di Barak Deni Nomor 5 Jalan Menteng XXII tempat Alexandro tinggal. Dari pengecekan, petugas menemukan beberapa botol miras dalam kondisi kosong, beberapa helai baju dan tutup alat isap sabu (bong) yang disimpan di sela-sela kardus.

“Kita masih belum bisa memastikan terkait meninggalnya kedua korban. Karena visum et repertum belum bisa dilakukan, mengingat jenazah korban sudah dibawa ke Pulang Pisau,” jelasnya.

Rahis menyebutkan pihaknya masih kesulitan untuk menghubungi Hendri, teman korban yang bersama-sama berada di dalam kos saat kejadian berawal.

“Kita coba hubungi, namun tidak terjawab. Sedangkan temannya Damai telah dimintai keterangan oleh Polres Pulang Pisau,” ungkapnya. fwa/c-mye

Pos terkait