Menjadi Pelayan Suci di Altar Tuhan

  • Whatsapp
iklan atas

Tabengan.com – Perayaan misa kudus di Gereja Katedral St Maria Palangka Raya, Minggu (24/2), menghadirkan penampakan unik. Pastor yang memimpin misa, RD Romanus Romas Pr, berikut puluhan anak putra Misdinar, kompak tampil tanpa rambut. Rupanya pastor dan anak-anak ini sudah sepakat sehari sebelumnya, akan datang ke gereja dalam keadaan gundul.

Minggu kemarin memang menjadi hari istimewa bagi anak-anak ini. Mereka dilantik dan diberkati oleh pastor Roman, menjadi putra-putri gereja yang melayani di altar Tuhan yang suci. Mereka akan ambil bagian dalam setiap ibadah misa kudus, bersama imam di depan altar.

“Saya dan mereka kemarin (Sabtu) saling janji untuk cukur rambut. Ini sebagai simbol komitmen untuk meninggalkan cara hidup yang lama,” kata Pastor Roman dalam khotbahnya.

Dalam tradisi gereja Katolik, menjadi putra-putri altar merupakan sebuah panggilan bagi anak-anak untuk ikut melayani dalam ibadah misa kudus. Sebelum dilantik, anak-anak ini sudah dipersiapkan sejak tahun 2018 lalu. Dalam acara pelantikan kemarin, mereka mengucapkan janji untuk hidup setia dalam pelayanan. Mereka janji untuk hidup kudus dan suci, meninggalkan cara hidup lama. Salah satu komitmen itu ditunjukkan dengan mencukur rambut bagi anak pria.

Melayani dalam gereja Tuhan dijalankan dengan penuh cinta. Ukuran cinta kasih itu sendiri, menurut Pastor Roman, adalah menaruh cinta kasih tanpa ukuran. Ini terlihat mustahil. Tapi Yesus Kristus dalam khotbah di bukit, sebagaimana dikisahkan kitab Injil, meminta pengikutnya untuk mencintai tanpa batas. Bahkan seorang musuh sekalipun patut mendapat cinta kasih.

“Kasihilah musuh-musuhmu… Bila orang menampar pipi kirimu, berikan juga pipi kananmu,” kata Pastor Roman, mengutib khotbah Yesus.

Tapi dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, tertulis Daud sudah melaksanakan hukum ini. Daud tetap mengasihi dan mengampuni Saul, meskipun Saul berusaha membunuhnya.

“Hanya orang-orang yang berbesar hati yang bisa melakukan ini,” kata Pastor. Di abad ke-19, ada sosok Mahatma Gandhi, yang mampu menerapkan dengan baik ajaran kasih ini. Sebagai orang Kristiani, pastor Roman mengajak semua umat untuk memahami ajaran Kristiani secara utuh. “Memaafkan itu sulit, tapi jauh lebih sulit kita menjalankan hidup dalam ketidakmaafan. Lama-lama hati akan membusuk,” pesan Pastor. mel

iklan atas

Pos terkait

iklan atas