Buaya Ganas Tewas Makan Umpan

  • Whatsapp

SAMPIT/tabengan.com – Pancing buaya yang dipasang di Sungai Seranggas Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, akhirnya dimakan oleh buaya muara yang menghuni sungai tersebut, Sabtu (23/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Buaya jantan sepanjang 3,6 meter itu, akhirnya mati dan dikubur di desa setempat, Minggu (24/2).

Muriansyah, Komandan Pos Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, mengungkapkan, Sabtu malam, pihaknya mendapat kabar bahwa umpan pancing yang dipasang BKSDA disambar buaya.

Bacaan Lainnya

“Buaya berontak ingin melepaskan diri. Lokasi pemasangan umpan pancing berjarak sekitar 15 meter dari lokasi serangan terhadap warga atas nama Julhaidir beberapa waktu lalu,” terang Muriansyah, Minggu.

Mempertimbangkan faktor keselamatan dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengangkat pancing karena malam gelap, setelah berkoordinasi dengan BKSDA Kalteng, Muriansyah memberikan arahan kepada warga setempat, agar jangan mendekati pancing tersebut dan dilakukan pengawasan dari jauh.

Kemudian pada Minggu pukul 08.00 WIB, Muriansyah dan 1 anggota Manggala Agni Sampit berangkat menuju Dusun Seranggas. “Saat tiba di sana, buaya sudah mati dan sudah ditarik warga ke darat,” ungkapnya.

Disampaikan Muriansyah, setelah berkoordinasi dengan Kepala Seksi BKSDA, bangkai buaya awalnya akan dibawa ke Sampit dan dikuburkan di Sampit. Namun karena permintaan warga, buaya akhirnya dikuburkan di lokasi pemakaman umum Dusun Seranggas.

Penguburan bangkai buaya disaksikan langsung oleh warga dan Camat Teluk Sampit. Saat ini, lanjut Muriansyah, perangkap dan pancing masih terpasang di daerah perairan Sungai Seranggas.

Buaya muara di Sungai Seranggas terkenal ganas dan berbahaya. Pasalnya, tangan warga setempat putus karena disambar, beberapa waktu lalu.

BKSDA kemudian memasang pancing dan perangkap buaya. Hasilnya, hingga saat ini sudah 2 ekor buaya yang tertangkap. Dua pekan lalu seekor buaya masuk perangkap dalam keadaan hidup dan kemudian dibawa ke Tangkiling, Palangka Raya. c-arb

Pos terkait