Korban Pencabulan Penari Bertambah

  • Whatsapp

KUALA KAPUAS/tabengan.com – Korban dugaan pencabulan anak asuh (penari) Sanggar Seni Tari Kuda Lumping di Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, bertambah.

Sebelumnya, Polsek Basarang mendalami laporan 2 korban pelecehan seksual oleh Ketua Sanggar Tari berinisial H, kini seorang lagi, NFW (16), melaporkannya ke Polres Kapuas.

Bahkan parahnya, korban yang masih di bawah umur itu tak hanya dilecehkan, tapi sudah digauli layaknya suami istri. Sebagaimana dilaporkan ibu korban berinisial M, hal ini terungkap setelah korban NFW yang juga salah satu murid di sanggar tersebut bercerita bahwa dirinya juga telah diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku H.

Perbuatan tidak terpuji itu terjadi pada Sabtu, Oktober 2018 lalu. Kala itu, NFW sedang sendirian di rumah kosnya di bilangan Jalan Pemuda. Pelaku sengaja datang dengan maksud mengantarkan uang upah hasil pentas pertunjukan kuda lumping. Namun, karena melihat korban sendiri, pelaku langsung masuk ke kos dan selanjutnya melakukan hal-hal yang tak semestinya dilakukan.

Sebagaimana rilis yang diterima wartawan, karena TKP yang berbeda, walaupun pelaku sedang diproses di Polsek Basarang, kasus ini sudah ditangani juga oleh Polres Kapuas, sebagaimana laporan korban untuk tindak lanjutnya.

“Karena telah melakukan persetubuhan pada anak di bawah umur sebagaimana 81 Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No.23/2002 tentang Perlindungan Anak, maka pelaku terancam dengan hukuman 15 tahun penjara,” kata Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro melalui Kasatreskrim AKP Budi Martono, kemarin.

Sebelumnya, Kapolsek Basarang Iptu Supriadi membenarkan telah mengamankan H, sebagaimana dilaporkan oleh kedua orang tua korban yang merasa dicabuli pelaku.

“Untuk saat ini dari 3 korban yang melaporkan dan berdasarkan hasil interogasi dan penyelidikan, kami akhirnya menetapkan 2 orang korban yang positif telah dicabuli yaitu inisial S dan I. Sementara untuk korban inisial A, belum mengarah ke pidana, karena sempat kabur dan tak ingin melayani keinginan pelaku,” kata Kapolsek Basarang, Rabu (13/2) lalu.

Saat diamankan, awalnya pelaku mengelak dan membantah telah melakukan pencabulan sebagaimana dituduhkan karena dilakukan atas dasar suka sama suka.

“Namun, karena korban masih berusia di bawah umur dan ada pengakuan telah melakukan, makanya kita amankan,” jelas Kapolsek. c-yul

Pos terkait