Wilayah Barat Butuh Bandara Komersial

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Mantan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah Dr. Agustin Teras Narang, S.H. menilai kondisi perkembangan berbagai sektor di wilayah barat Kalteng cukup meningkat, sehingga potensi sumber daya alam (SDA) dan sektor pariwisata perlu menjadi perhatian bersama.

Karena itu, Teras berpendapat di wilayah barat ini membutuhkan infrastruktur yang lebih memadai, terutama pembangunan bandar udara (bandara) yang lebih representatif, sebagai sarana transportasi bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Setelah saya berkunjung ke wilayah barat dan melihat kondisi serta perkembangan daerah, maka saya berpendapat agar di Pangkalan Bun dapat didirikan bandara komersial. Karena memang dari sisi pariwisata dan SDA, daerah ini cukup menjanjikan,” ungkap Teras, baru-baru ini.

Menurut dia, bandara yang ada saat ini masih memiliki keterbatasan. Terlebih landasan bandara itu milik TNI Angkatan Udara (AU) yang tujuannya dibangun untuk pengamanan wilayah NKRI, sehingga dapat mengganggu tugas pengamanan, jika bercampur dengan kepentingan umum.

Teras berjanji apabila dipercaya duduk menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Provinsi Kalteng, salah satu yang akan diperjuangkan adalah pembangunan bandara yang lebih representatif di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Selain bandara, lanjut mantan Ketua Komisi II DPR RI ini, tidak kalah pentingnya adalah menindaklanjuti pembangunan pelabuhan laut yang ada sekarang. Pelabuhan tersebut dinilai masih kurang memadai dan perlu dibangun lebih luas lagi.

“Pelabuhan laut yang ada perlu diperbesar dan diperluas, sehingga mampu menampung lebih banyak kapal besar untuk mengangkut barang maupun penumpang, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Termasuk, tambah Teras, pembangunan berbagai kawasan industri di daerah ini, sehingga industri tidak hanya dipusatkan di Pulau Jawa, namun di daerah lain, khususnya Provinsi Kalteng juga berpotensi sebagai tempat pembangunan industri.adn

Pos terkait