Rakerwil IMI: Bahas Rencana Kerja, Evaluasi dan Mendengar Keluhan Korwil

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalteng telah selesai menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dengan Korwil IMI dari 14 kabupaten/kota, Sabtu (2/2) lalu.

Rakorwil dibahas mengenai permasalahan yang terjadi di ruang lingkup IMI baik di Korwil maupun Pengprov selama 2018 dan tidak membahas terkait organisasi otomotif yang lain. Kemudian perkuat koordinasi terkait dengan persiapan pelaksanaan rapat Rakeprov IMI pada awal Maret 2019 nanti.

Ketua Umum Pengprov IMI Kalteng Jufferi Simon meminta para Korwil saling koordinasi dan menyusun rencana kerja terutama jadwal kejuaraan selama satu tahun kedepan untuk dibawa ke dalam rapat kerja nanti.

Agenda lain dalam Rakorwil ini melantik ketua Korwil se-Kalteng karena Surat Keputusan (SK) ketua Korwil sendiri berlaku satu tahun sehingga ada pelantikan dan pembaharuan SK Korwil setiap tahun.

Selain itu dalam kesempatan tersebut, melakukan evaluasi apa saja yang sudah dilakukan selama 2018. Kemudian Pengprov ingin mendengarkan langsung permasalahan apa yang dihadapi di daerah masing-masing, nantinya akan dibawa dalam Rakerprov IMI.

Kemudian, lanjut Jufferi, untuk membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) tidak lagi sistem manual seperti tahun-tahun sebelumnya. Sejak 2018 sudah menggunakan online dan langsung terhubung dengan IMI Pusat. Bagi yang ingin membuat KTA wajib download aplikasi IMI online di handphone dengan nomor pribadi yang sama dan nomor tersebut menjadi nomor rekening yang bersangkutan serta terdaftar di IMI.

Sementara itu klub otomotif di Kalteng terus bertambah pada 2018. Ada sekitar 14 klub yang mendaftar. Jumlah klub yang terdaftar di IMI saat ini kurang lebih sudah 50 klub.

Jufferi juga mengklarifikasi terkait klub otomotif bukan anggota IMI dilarang menggelar event di koran ini edisi, Senin (4/1) saat Rakerwil Pengprov IMI Kalteng dengan para Korwil.

Maksud pernyataan tersebut karena menanggapi adanya keluhan dari Korwil IMI di 14 kabupaten/kota. Adanya sejumlah event otomotif roda dua, namun kadang tidak ada koordinasi dengan IMI Provinsi maupun Korwil. Tetapi pada saat terjadi insiden kadang diminta ikut bertanggungjawab. Sementara klub yang menyelenggarakan event tidak terdaftar menjadi anggota IMI.

“Jadi ini keluhan para Ketua Korwil yang disampaikan kepada Pengprov IMI, adanya klub yang menyelenggarakan kejuaraan tapi tidak ada koordinasi dengan Pengprov IMI maupun Korwil. Banyak itu roda dua, IMI hanya mengeluarkan rekomendasi kepada klub yang sudah terdaftar sebagai anggota IMI,”kata Jufferi, Selasa (5/2).yml

Pos terkait